13 April 2026

Get In Touch

Surabaya Gelar Piala Wali Kota Libatkan 40 Cabor

Salah satu cabor yang dilombakan untuk menjaring atlet
Salah satu cabor yang dilombakan untuk menjaring atlet

SURABAYA (Lentera) -Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang berlangsung mulai 10 April hingga 28 Juni 2026

Ajang ini diikuti 40 cabang olahraga (cabor) dan difungsikan sebagai sarana utama penjaringan atlet menuju pusat latihan cabang (puslatcab).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Herry Purwadi, mengatakan Piala Wali Kota kini diarahkan sebagai instrumen pembinaan atlet jangka panjang, bukan sekadar kompetisi.

“Sebanyak 40 cabang olahraga terlibat dalam Piala Wali Kota tahun ini. Ini menunjukkan peningkatan signifikan sekaligus komitmen Pemkot Surabaya dalam mendorong prestasi olahraga,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Sedikitnya 1.279 nomor lomba akan dipertandingkan dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendaftaran yang terus berjalan. Seluruh pelaksanaan seleksi dikoordinasikan oleh KONI Surabaya bersama masing-masing pengurus cabang olahraga.

Untuk menjamin kualitas kompetisi, Pemkot bersama KONI melakukan verifikasi ketat terhadap setiap cabor, termasuk kelayakan wasit dan juri yang wajib bersertifikat. Selain itu, peserta juga disaring berdasarkan kelompok umur agar sesuai dengan kriteria atlet yang akan berlaga di Porprov 2027.

Dari sisi sarana, mayoritas pertandingan digelar di fasilitas olahraga milik Pemkot Surabaya seperti Gelora Pancasila, Lapangan THOR, kawasan Kenjeran, Kalimas, hingga kompleks Gelora Bung Tomo (GBT). Kesiapan venue ini sekaligus menjadi uji coba infrastruktur jelang pelaksanaan Porprov.

Piala Wali Kota 2026 menghadirkan sejumlah cabang olahraga baru seperti kabaddi, pickleball, dan domino, melengkapi cabor populer seperti bulu tangkis, basket, panahan, dan voli. Penambahan ini dinilai penting untuk memperluas basis pembinaan dan membuka peluang lahirnya atlet potensial dari berbagai disiplin.

"Rangkaian pertandingan digelar secara maraton sejak April hingga akhir Juni 2026, mencakup berbagai cabang mulai dari olahraga bela diri, permainan bola, hingga olahraga modern dan rekreasi," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, menuturkan proses seleksi atlet sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan Porprov 2027, khususnya dari aspek usia dan potensi prestasi. “Ini bukan sekadar turnamen, tetapi proses penjaringan atlet yang benar-benar diproyeksikan untuk Porprov 2027,” tuturnya.

Melalui ajang ini, Pemkot Surabaya berharap dapat menjaring atlet-atlet terbaik sekaligus memperkuat fondasi pembinaan olahraga. "Dengan dukungan infrastruktur, sistem seleksi, serta partisipasi cabor yang luas, kami optimistis mampu tampil sebagai tuan rumah sekaligus kontestan kuat pada Porprov mendatang," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.