MANADO (Lentera) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Manado, Sulawesi Utara, mengungkapkan sebanyak 960 gempa susulan terjadi di wilayah Maluku Utara.
"Hingga Minggu pukul 11.48 WIB, jumlah gempa bumi susulan yang dirasakan sebanyak 22 kali," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, melansir Antara, Minggu (5/4/2026).
Gempa utama sebelumnya terjadi pada Kamis (2/4/2026) pukul 05.48.14 WIB. Berdasarkan analisis BMKG. Memiliki magnitudo 7,6 dengan episenter berada di laut, tepatnya di koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT.
Lokasi gempa berada sekitar 129 kilometer arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer.
Zulkifli menjelaskan, kemunculan gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi merupakan fenomena alam yang lazim terjadi setelah gempa utama berkekuatan besar.
Menurutnya, gempa susulan merupakan bagian dari proses penyesuaian kerak bumi akibat perubahan distribusi tegangan setelah pelepasan energi besar saat gempa utama terjadi.
"Ketika gempa utama terjadi, energi dilepaskan secara tiba-tiba dan menyebabkan pergeseran pada bidang patahan. Hal ini mengubah keseimbangan tegangan di sekitar zona sumber gempa," jelasnya.
Perubahan tersebut memicu ketidakstabilan pada bagian kerak bumi di sekitarnya, sehingga menghasilkan pelepasan energi lanjutan dalam bentuk gempa susulan.
Ditambahkannya, secara umum gempa susulan memiliki kekuatan yang lebih kecil dibandingkan gempa utama, namun jumlahnya bisa cukup banyak pada fase awal pasca gempa.
"Frekuensi gempa susulan biasanya tinggi di awal, kemudian akan berangsur menurun seiring waktu," katanya.
Penurunan frekuensi ini, lanjut Zulkifli, menjadi indikator sistem kerak bumi secara perlahan mulai kembali menuju kondisi stabil.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang masih mungkin terjadi dalam beberapa waktu ke depan.
"Gempa susulan yang terjadi saat ini merupakan proses alamiah, menunjukkan bahwa kerak bumi sedang melakukan penyesuaian untuk mencapai kembali kestabilannya," pungkasnya.
Editor:Santi,ist




.jpg)
