TP PKK Surabaya Gencarkan Literasi Digital bagi Orangtua, demi Melindungi Ancaman pada Anak
SURABAYA (Lentera) -Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya memperkuat upaya perlindungan anak dari berbagai ancaman di ruang digital, mulai dari judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga perundungan di dunia maya atau cyberbullying. Melalui program literasi digital dan parenting keluarga, edukasi tersebut telah menjangkau sekitar 2.400 Rukun Warga (RW) di Kota Surabaya.
Ketua TP PKK Surabaya, Rini Indriyani, mengatakan, literasi digital menjadi hal penting bagi para orang tua, khususnya ibu, agar mampu menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari risiko penyalahgunaan teknologi.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat membuat anak-anak semakin akrab dengan gawai sejak usia dini. Karena itu, orangtua dituntut tidak hanya memberikan pengasuhan secara konvensional, tetapi juga memahami dunia digital agar dapat membimbing serta mengawasi penggunaan gadget secara tepat.
“Literasi digital itu penting. Ini bagian dari kepedulian seorang ibu kepada anak dan keluarganya, agar penggunaan gadget bisa disesuaikan dengan kemampuan serta usia anak,” kata Rini, Jumat (13/3/2026).
Untuk memperkuat edukasi tersebut, TP PKK Surabaya menjalin kolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah, salah satunya Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk serta Keluarga Berencana (DP3APPKB).
Melalui kerja sama tersebut, TP PKK Surabaya menggelar program parenting melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang dilaksanakan hingga tingkat kelurahan dan RW.
Dalam program tersebut, para ibu diberikan pemahaman mengenai berbagai ancaman di dunia digital, termasuk bahaya judi online dan pinjaman online yang kini semakin mudah diakses melalui gawai.
TP PKK Surabaya juga menjalankan program KILAS (Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual) yang berfokus pada upaya pendampingan anak agar terhindar dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan berbasis digital.
TP PKK Surabaya memiliki program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang memberikan materi pengasuhan bagi orang tua, termasuk panduan penggunaan gadget yang sehat dan aman untuk anak usia 0 hingga 6 tahun.
“Dalam SOTH, orangtua diberikan materi bagaimana menggunakan gadget yang baik untuk anak usia dini,” jelasnya.
Rini menyampaikan program literasi digital tersebut telah menjangkau sekitar 2.400 RW di Surabaya. Ia berharap semakin banyak orang tua yang memahami pentingnya pendampingan anak dalam penggunaan teknologi digital.
Selain menyasar keluarga dengan anak usia dini, TP PKK Surabaya juga mengembangkan program KEMANGI (Kelas Remaja-Orang Tua Tangguh, Kreatif, dan Mandiri) yang difokuskan pada keluarga dengan anak remaja. Program ini bertujuan memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak dalam menghadapi tantangan dunia digital.
“Orangtua yang memiliki anak remaja juga mendapatkan materi tentang penggunaan gadget yang aman dan bijak serta bagaimana mendampingi anak dalam memanfaatkan teknologi,” ujarnya.
Karena itu, TP PKK Surabaya juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan serta mendukung kebijakan Pemerintah Kota Surabaya dalam mengatur penggunaan gadget di lingkungan pendidikan.
Menurutnya, edukasi kepada orangtua menjadi sangat penting karena banyak ancaman digital yang sering luput dari perhatian, termasuk konten tidak layak yang muncul melalui iklan atau fitur sponsor dalam aplikasi maupun permainan anak.
Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH





.jpg)
