15 February 2026

Get In Touch

Pria 35 Tahun Tewas Tertabrak KA di Madiun, Detik-Detik Terekam CCTV

Rekaman CCTV menjadi salah satu barang bukti dalam penyelidikan kasus pria tewas tertabrak kereta di Bancong.
Rekaman CCTV menjadi salah satu barang bukti dalam penyelidikan kasus pria tewas tertabrak kereta di Bancong.

MADIUN (Lentera) -Seorang pria tewas setelah tertabrak kereta api di perlintasan Desa Bancong, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 15.55 WIB. Peristiwa itu terekam kamera pengawas di sekitar lokasi dan berlangsung dalam hitungan detik.

Korban bernama Sugeng Hariadi, 35 tahun, warga Dusun Pehrambak, Desa Bancong. Ia tertabrak Kereta Api Jayakarta yang melaju dari arah timur ke barat di jalur rel ganda wilayah tersebut.

Rekaman CCTV memperlihatkan Sugeng berjalan seorang diri menuju area perlintasan. Ia sempat berdiri di antara dua jalur rel. Beberapa saat kemudian, ia terlihat mengeluarkan telepon genggam dan mengarahkan kamera ke arah rel, diduga untuk merekam kereta yang terdengar mendekat.

Di sekitar lokasi, sejumlah warga dan pengendara sepeda motor tampak mengantre untuk melintas. Namun tak terlihat adanya upaya pencegahan atau peringatan langsung dari petugas penjaga palang pintu terhadap korban yang berada di area berbahaya tersebut.

Ketika suara kereta kian dekat, Sugeng justru melangkah ke rel sisi utara—jalur yang sesaat kemudian dilintasi KA Jayakarta dengan kecepatan tinggi. Tabrakan tak terhindarkan.

Kapolsek Wonoasri AKP Eka Supriyadi membenarkan kejadian itu. Polisi yang menerima laporan warga segera menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan area.

“Korban telah dievakuasi ke rumah sakit. Untuk motif masih dalam proses penyelidikan,” kata Eka saat dikonfirmasi.

Sejumlah saksi menyebutkan, korban diduga tengah mengalami tekanan batin. Pada pagi hari sebelum kejadian, ibu korban dilaporkan meninggal dunia. Ayah korban juga disebut belum genap seratus hari wafat. Informasi tersebut, menurut polisi, masih bersifat awal dan memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Proses evakuasi berlangsung hampir tiga jam. Petugas kepolisian bersama tim medis dan relawan menyisir sepanjang rel untuk memastikan tidak ada bagian tubuh yang tertinggal sebelum jenazah dibawa ke rumah sakit.

Hingga kini, aparat masih memeriksa saksi-saksi serta menganalisis rekaman CCTV guna memastikan rangkaian peristiwa dan latar belakang kejadian.

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.