Petugas Lapas Madiun Gagalkan Penyelundupan Empat Ponsel, Disembunyikan di Kaki Pengunjung
MADIUN (Lentera)— Empat unit telepon genggam atau ponsel dan empat charger nyaris lolos masuk ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Madiun, setelah disembunyikan dua pengunjung dengan cara ditempel di bagian kaki menggunakan lakban dan ditutup celana panjang.
Aksi itu terbongkar, saat petugas melakukan pemeriksaan badan rutin sebelum jam kunjungan.
Kejadian bermula, ketika petugas mencurigai adanya kejanggalan pada bagian betis salah satu pengunjung. Pemeriksaan lanjutan dilakukan sesuai standar operasional prosedur, hasilnya petugas menemukan empat ponsel dan empat charger yang dililit rapat menggunakan lakban agar tidak terdeteksi.
Barang bukti langsung diamankan petugas, dan kedua pengunjung dimintai keterangan lebih lanjut. Pihak lapas memastikan, seluruh proses berjalan sesuai prosedur pengamanan yang berlaku.
Kepala Lapas Kelas I Madiun, Andi Wijaya Rivai mengatakan konsistensi pemeriksaan menjadi kunci, untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam lapas.
“Ini bukti bahwa kewaspadaan petugas tidak boleh kendur. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Andri Setiawan menegaskan pemeriksaan badan dan barang bawaan pengunjung akan terus diperketat, sebagai bagian dari komitmen menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan kondusif.
Pihak lapas juga mengimbau, masyarakat untuk mematuhi seluruh aturan kunjungan serta tidak mencoba membawa barang terlarang. Telepon genggam termasuk barang yang dilarang berada di dalam lapas karena berpotensi disalahgunakan dan mengganggu stabilitas keamanan.*
Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/Editor: Ais




.jpg)
