Gubernur Khofifah Berharap Perwira Siswa Seskoau Turut Sukseskan Program Strategis Nasional
SURABAYA (Lentera) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengharapkan perwira siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Pasis Seskoau) angkatan ke- 64 tahun ajaran 2026 agar ke depan turut menyukseskan program strategis nasional.
"Pasis Seskoau sesuatu yang sangat strategis. Di Seskoau ini berarti calon-calon perwira tinggi. Sebagian besar memang angkatan udara tapi bahwa ada angkatan darat, laut, kepolisian, bahkan dari luar negeri," katanya saat menghadiri Sarasehan Pasis Seskoau, di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/2/2026).
Khofifah mengatakan bahwa sinergi kolaborasi dan pengintegrasian dari seluruh kekuatan matra menjadi sangat penting untuk menjaga Indonesia.
"Sekarang ini kita tidak hanya berbicara soal keamanan. TNI ini membantu sangat banyak hal di bidang ketahanan pangan misalnya. Kalau padi ini angkatan darat, kalau kemudian jagung pada Kepolisian, TNI Laut dan Udara ini banyak di kedelai misalnya," tandasnya.
Sehingga, dalam posisi ini yang menjadi terpenting adalah bagaimana sesungguhnya proses pengintegrasian dari seluruh matra untuk mengsukseskan program. "Ini soal ketahanan pangan, ini kan bukan persoalan sederhana, ini persoalan global. Maka, kebersamaan sinergi dan proses untuk bisa terintegrasinya seluruh elemen strategis bangsa menjadi sangat penting," tandasnya.
Para perwira siswa tersebut merupakan calon perwira tinggi dan pemimpin strategis masa depan dari berbagai latar belakang.
Dalam kesempatan itu, Khofifah juga mengatakan bahwa Jawa Timur terutama di Surabaya bukan hanya sumber inspirasi. Namun juga bagaimana aksi itu akan menjadi penguat dari seluruh sinergi sehingga mampu terbangun dengan baik.
Jawa Timur juga sebagai center of gravity, di mana dari 31 tol laut 21 dari Jawa Timur. Dengan demikian hampir 80% logistik Indonesia Timur itu disuplai dari Jawa Timur.
Demikian juga dengan layanan kesehatan, dimana RSUD dr Soetomo menjadi salah satu rumah sakit terbesar di Indonesia. "Dalam kasus-kasus tertentu yang sulit ditangani di rumah sakit Nusantara Timur itu memang mereka dirilisnya ke Jawa Timur dan itu adalah Rumah sakit dr Soetomo," katanya.
Dari sisi pendidikan, Gubernur Khofifah juga menyampaikan di Jatim sudah ada enam sekolah Taruna. Enam taruna tersebut sudah mencakup berbagai matra. Mulai dari SMAN Taruna Nala Jawa Timur di Malang di bawah binaan TNI Angkatan Laut, dan menjadi pelopor sekolah taruna negeri di Jatim.
Kemudian, SMAN 3 Taruna Angkasa di Madiun di bawah binaan TNI Angkatan Udara, fokus teknologi kedirgantaraan; SMAN 2 Taruna Bhayangkara di Banyuwangi di bawah binaan Kepolisian (Polri), dahulu SMAN 2 Genteng; SMAN 5 Taruna Brawijaya di Kediri di bawah Binaan TNI Angkatan Darat Kodam V/Brawijaya, dahulu SMAN 5 Kediri.
Selanjutnya ada SMAN 2 Taruna Pamong Praja di Bojonegoro, binaan TNI/Polri/Pemprov Jatim yang difokuskan pada kedisiplinan dan kepemimpinan; dan SMAN 1 Taruna Madani di Pasuruan), binaan TNI Angkatan Laut dan pondok pesantren yang berbasis religi dan nasionalisme.
Sementara itu, Wakil Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Irwan Pramuda mengungkapkan pemilihan wilayah Surabaya dan Jawa Timur sebagai lokasi kegiatan sarasehan bertujuan untuk memberikan pembekalan serta nilai-nilai rasa perjuangan kepada para siswa.
"Kami bangga sekali bisa dihadiri oleh Ibu Gubernur Jawa Timur untuk memberikan pembekalan, serta menyemangati para siswa untuk menambah nilai-nilai rasa perjuangan mereka, sebagai bekal calon pemimpin di masa depan," ucapnya. (*)
Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
