MALANG (Lentera) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang mewacanakan konsep SMP unggulan khusus bagi siswa berprestasi di bidang olahraga. Konsep tersebut disiapkan sebagai upaya menyeimbangkan pembinaan akademik dengan kegiatan latihan para atlet muda.
Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana, mengatakan gagasan tersebut mirip dengan Program Sekolah Garuda, yakni sekolah unggulan berasrama yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau memang diizinkan pimpinan dan nanti juga disetujui akademisi serta masyarakat, SMP unggulan itu akan kami manfaatkan khusus untuk anak-anak yang memiliki prestasi olahraga," ujar Suwarjana, Selasa (10/2/2026).
Dinilainya, hingga saat ini belum ada SMP di Jawa Timur yang secara khusus menampung siswa dengan latar belakang prestasi olahraga dalam satu sistem pembinaan yang terintegrasi.
Karena itu, pihaknya ingin menghadirkan konsep pendidikan yang mampu menggabungkan pembinaan akademik dan non akademik secara seimbang.
Suwarjana mencontohkan kondisi yang selama ini dialami atlet muda di Kota Malang, khususnya pada cabang olahraga renang. Banyak siswa yang harus memulai latihan sejak pukul 06.00 pagi, sementara pukul 06.30 sudah harus masuk sekolah.
Akibatnya, sambung Suwarjana, siswa mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi kelelahan. "Biasanya latihan selesai sekitar pukul 07.30, sudah capek, kemudian harus mengikuti pelajaran di kelas. Apakah mereka mampu menyerap pelajaran dengan optimal?" ungkapnya.
Melalui konsep SMP unggulan tersebut, Disdikbud mewacanakan adanya sistem penataan waktu yang lebih ideal antara jadwal belajar dan latihan olahraga. Dengan konsep yang mengadopsi pola berasrama seperti Sekolah Garuda, kegiatan akademik dan latihan dapat diatur secara proporsional.
"Jadi nanti pembelajarannya kapan, latihannya kapan, itu tertata. Antara akademik dan prestasi non akademik bisa seimbang," katanya.
Suwarjana juga mencontohkan pada cabang olahraga sepak bola. Menurutnya, kemampuan akademik turut berperan dalam pengambilan keputusan di lapangan. Pemahaman taktik, strategi, dan cara berpikir sistematis dinilai dapat diasah melalui pendidikan formal yang baik.
Lebih lanjut, Suwarjana menyebut dalam waktu dekat Disdikbud akan menyiapkan proposal untuk diajukan kepada Wali Kota Malang. Sebagai langkah awal realisasi gagasan tersebut.
Ia mengakui, gagasan SMP unggulan khusus atlet sebenarnya telah lama menjadi bagian dari rencana program Disdikbud. Namun hingga saat ini, pihaknya belum diminta secara resmi memberikan masukan dalam bentuk nota dinas.
"Kalau memang sudah diminta, kami akan menyampaikan konsepnya ke pimpinan," tambahnya.
Menurut Suwarjana, alasan utama fokus pada siswa berprestasi di bidang olahraga, karena Kota Malang memiliki banyak atlet muda potensial yang belum mendapatkan pola pembinaan akademik yang memadai.
"Banyak atlet muda kita. Mereka sebenarnya punya kecerdasan, hanya saja waktunya habis untuk latihan, sehingga tidak maksimal dalam belajar," pungkasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
