04 February 2026

Get In Touch

RSUA Resmikan Cath Lab untuk Tingkatkan Layanan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUA.
Layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) di RSUA.

SURABAYA (Lentera) -Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) Surabaya meresmikan Catheterization Laboratory (Cath Lab) sebagai upaya memperkuat pelayanan jantung dan pembuluh darah sekaligus meningkatkan kapasitas rumah sakit pendidikan, Rabu (28/1/2026). 

Rektor Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Muhammad Madyan, SE, MSi, MFin, mengatakan, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi tantangan kesehatan utama di Indonesia. Kehadiran Cath Lab di RS Unair diharapkan mampu menjadi solusi layanan medis berbasis teknologi yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan teknologi medis yang optimal, berkualitas, dan tetap terjangkau bagi semua,” ujarnya.

Prof Madyan menuturkan, peresmian Cath Lab juga memperkuat posisi RSUA sebagai laboratorium ekosistem riset dan pendidikan kedokteran. Fasilitas ini akan menjadi sarana pembelajaran bagi calon dokter spesialis dan subspesialis agar mampu menguasai teknologi medis terkini.

“Rawatlah fasilitas ini dengan baik, dan yang terpenting, rawatlah setiap pasien dengan hati. Jadikan teknologi ini sebagai sarana untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” pesannya.

Direktur RSUA, Dr dr Muhammad Ardian Cahya Laksana, SpOG, Subps Obginsos, MKes, mengatakan peresmian Cath Lab merupakan bagian dari komitmen RSUA dalam meningkatkan kualitas dan kapasitas pelayanan kesehatan, khususnya di bidang kardiovaskular, neurologi, dan bedah toraks kardiovaskular.

Ia menyebutkan, ruang Cath Lab baru di Gedung Grha Trimed mulai beroperasi sejak 5–27 Januari 2026 dan telah melakukan 46 tindakan. Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kebutuhan layanan intervensi di RSUA.

"Layanan Cath Lab ini melibatkan operator dari bidang Kardiologi, Neurologi, serta Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV). Kami juga mengajukan penambahan operator untuk Neurosurgery dan Kardiologi Pediatrik,” jelasnya.

Dr Ardian menambahkan, keunggulan Cath Lab baru ini terletak pada teknologi yang digunakan, di antaranya detektor berukuran lebih besar, resolusi gambar yang lebih optimal, paparan radiasi yang lebih minimal, serta dukungan teknologi 3D, 4D, dan Dyna CT Scan.

“Teknologi ini tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan klinis, tetapi juga mendukung peran RS UNAIR sebagai rumah sakit pendidikan dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan,” paparnya.

Ia berharap kehadiran Cath Lab dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat daya saing RSUA, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan yang diberikan.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.