25 January 2026

Get In Touch

Pemkot Malang Kebut Tambahan Titik Charging Becak Listrik Sebelum Lebaran

Ilustrasi: Stasiun Pengisian Listrik Kendaraan Umum (SPKLU) Kota Malang. (dok. PLN UP3 Malang)
Ilustrasi: Stasiun Pengisian Listrik Kendaraan Umum (SPKLU) Kota Malang. (dok. PLN UP3 Malang)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kebut penyiapan tambahan titik pengisian daya atau charging untuk becak listrik, agar dapat beroperasi sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap operasional becak listrik, yang telah disalurkan kepada 200 pengayuh becak di Kota Malang.

"Kami sudah berdiskusi dengan PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang untuk mempersiapkan titik charging becak listrik yang kemarin sudah didistribusikan. Targetnya sebelum Lebaran pada Maret itu," ujar Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang, Eko Sri Yuliadi, Sabtu (24/1/2026).

Meski demikian, Eko mengaku belum merinci lokasi-lokasi yang akan dijadikan titik tambahan pengisian daya. Ia menyebut, saat ini pemerintah daerah masih melakukan pemetaan awal guna menentukan titik yang paling strategis dan efektif.

Dalam proses pemetaan tersebut, Pemkot Malang memprioritaskan lokasi yang mudah diakses serta berada di sekitar kawasan yang memiliki mobilitas tinggi, termasuk kawasan wisata. Pertimbangan ini dilakukan, agar keberadaan becak listrik dapat diterima dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat maupun wisatawan.

"Supaya bisa diterima oleh penumpang becaknya juga," ucap Eko.

Terpisah, Manajer PLN UP3 Malang, Agung Wibowo menyatakan pembukaan titik pengisian daya becak listrik memungkinkan untuk menggunakan skema tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Agung berharap, melalui skema CSR tersebut, proses pengisian daya becak listrik dapat diberikan secara gratis sehingga tidak menambah beban biaya operasional bagi para pengayuh becak.

"Iya, kami ada CSR. Nanti proses pengecasannya gratis, mudah-mudahan," kata Agung.

Sebagai informasi, sebanyak 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto telah disalurkan kepada pengayuh becak di Kota Malang melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) pada Rabu (21/1/2026). 

Penerima bantuan diprioritaskan bagi pengayuh becak yang berusia 70 tahun ke atas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak lanjut usia sekaligus meringankan beban fisik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, bantuan becak listrik juga diharapkan dapat mendukung peningkatan daya tarik pariwisata Kota Malang melalui pengembangan transportasi tradisional yang lebih ramah lingkungan dan modern.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.