04 February 2026

Get In Touch

Banjir di Situbondo, Dua Orang Tewas dan Ribuan Rumah Terdampak

Rumah terdampak banjir bandang di Situbondo. (antara)
Rumah terdampak banjir bandang di Situbondo. (antara)

SITUBONDO (Lentera) - Dua orang dikabarkan tewas tersengat listrisk saat rumah mereka terendam banjir setinggi lutut orang dewasa, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Kamis malam (23/1/2026). Selain itu, banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) menyebabkan 6.328 rumah di lima kecamatan terdampak.

Dua korban meninggal merupakan warga Jalan Madura, Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo. Kedua korban merupakan bapak dan anak, yakni Abdul Wahid (45) dan anak pertamanya, Adinda Puteri Rahayu (17).

Awalnya, Adinda keluar rumah untuk melihat kondisi air yang menggenangi rumahnya, lalu saat Adinda memegang pagar di depan rumah, ia tersengat aliran listrik. Abdul yang mengetahui anaknya tersengat listrik langsung menarik tubuh Adinda. Namun,  Abdul malah ikut tersengat aliran listrik.

Mendapati suami dan anaknya tersengat listrik, ibu dari dua anak itu langsung berteriak meminta pertolongan. Selanjutnya, kedua korban dievakuasi ke RSUD Besuki. “Sebetulnya saat kedua korban dievakuasi ke rumah sakit, kondisi keduanya sudah meninggal dunia,” ujar Direktur RSUD Besuki, dr Imam Haryono, Kamis (22/1/2026) melansir kumparan.

Kasi Humas Polres Situbondo, Ipda Slamet Yuwono, membenarkan bahwa bapak dan anak tersebut murni tewas akibat tersengat aliran listrik.

“Awalnya anaknya tersengat listrik saat memegang pagar di dekat PJU, namun tiba-tiba pagar tersebut dialiri listrik,” kata Slamet.

Di sisi lain, berdasarkan Data BPBD Situbondo banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1/2026) malam berdampak pada 6.328 rumah terendam. Rinciannya di Kecamatan Besuki mencapai 5.425 rumah tersebar di Desa Pesisir 2.882 rumah, Desa Kalimas 193 rumah, Desa Demung 44 rumah dan Desa Besuki 2.306 rumah.

Sementara di Kecamatan Banyuglugur, rumah terdampak banjir 467 rumah, tersebar di Desa Kalianget 27 rumah, Desa Lubawang 440 rumah.

Lalu, Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan, sebanyak 113 rumah, dan Desa Selomukti, Kecamatan Mlandingan sebanyak 169 rumah, selanjutnya di Desa/Kecamatan Kendit sebanyak 154 rumah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Situbondo, Timbul Surjanto, mengatakan Pemkab Situbondo akan didirikan posko dapur umum dan lokasinya akan didirikan di tempat yang dekat terdampak bencana terbanyak.

"Misalnya, di Kecamatan Banyuglugur, mungkin posko dapur umum akan didirikan di Desa Lubawang, dan di wilayah terdampak lainnya kami dirikan di kantor kecamatan," katanya melansir antara Jumat (23/1/2026).

Banjir bandang juga menyebabkan 5 jembatan rusak. Dua di antaranya putus total.
Kelima jembatan itu di antaranya jembatan yang ada di Desa Jetis, Besuki serta Jembatan Randu di Besuki. Dinding penyangganya ambruk.

Selain itu jembatan Limpas di Desa Wringin Anom yang putus total. Juga jembatan Limpas Ruas Jalan Wringin Anom-Patemon juga rusak tertutup batu.

Selanjutnya, ada juga jembatan di ruas jalan Dusun Krajan Desa/Kecamatan Jatibanteng yang mengalami kerusakan di bagian penahan tebing.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Situbondo, Abdul Kadir Jaelani, mengatakan saat ini petugas masih melakukan pendataan dan asesmen kerusakan.

"Tim di lapangan masih terus melakukan pendataan," katanya melansir detikJatim, Jumat (23/1/2026).

Dia juga mengaku segera melakukan perbaikan terutama yang putus total dan mencari solusi serta alternatif agar tidak terlalu mengganggu masyarakat. (*)


Editor : Lutfiyu Handi / berbagai Sumber

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.