04 February 2026

Get In Touch

Angin Kencang Terjang Kepanjen, Empat Rumah Warga Cepokomulyo Rusak Ringan

Atap rumah milik warga di Kecamatan Kepanjen rusak diterjang angin kencang, Jumat (23/1/2026). (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Atap rumah milik warga di Kecamatan Kepanjen rusak diterjang angin kencang, Jumat (23/1/2026). (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lentera) - Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (23/1/2026) siang. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat rumah warga mengalami kerusakan ringan akibat atap rumah terhempas dan menimpa bangunan lain di sekitarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan kejadian terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menyebabkan satu atap rumah warga melingkap dan terhempas, kemudian menimpa dua rumah lain yang berada di dekat lokasi kejadian.

"Angin kencang mengakibatkan satu atap rumah warga terlepas dan menimpa dua rumah lainnya. Total ada empat rumah yang terdampak dengan kategori rusak ringan," ujar Sadono dalam laporan resminya.

Dikatakannya, peristiwa tersebut terjadi di RT 26 RW 03 Kelurahan Cepokomulyo. Rumah milik warga bernama Siti menjadi titik awal kejadian setelah atap rumahnya terhempas akibat terpaan angin kencang. Material atap tersebut kemudian menimpa rumah milik Yudi yang mengalami kerusakan pada bagian genting.

Selain itu, rumah milik warga bernama Miko dan Huri juga terdampak setelah tertimpa material atap berbahan galvalum yang terbawa angin. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

"Korban luka nihil. Seluruh pemilik rumah juga tidak mengungsi dan masih bertahan di rumah masing-masing," jelas Sadono.

Sebagai langkah tanggap darurat, Sadoni menyebut pihaknya langsung melakukan kaji cepat di lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan unsur terkait. Selain itu, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik berupa terpal untuk membantu warga melindungi bagian rumah yang rusak.

"Kebutuhan mendesak berupa terpal sudah kami distribusikan sebanyak tiga lembar untuk penanganan sementara," katanya.

Menurut Sadono, upaya penanganan dilakukan melalui kegiatan pembersihan material bangunan dan kerja bakti bersama warga setempat. Proses pemasangan terpal juga dilakukan untuk meminimalkan dampak lanjutan, terutama jika terjadi hujan. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.