Superflu Terkendali, Dinkes Sebut ISPA Masih Masuk Daftar Penyakit Terbanyak di Kota Malang
MALANG (Lentera) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang memastikan kasus superflu di wilayahnya masih terkendali hingga pekan ketiga Januari 2026. Meski demikian, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih tercatat sebagai salah satu dari 10 penyakit terbanyak yang diderita masyarakat Kota Malang.
"Sampai saat ini di Kota Malang tidak ada kasus yang konfirm dari Kemenkes," ujar Kepala Dinkes Kota Malang, Husnul Muarif, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Kamis (22/1/2026).
Husnul menjelaskan, Kota Malang telah menerapkan deteksi dini melalui dua titik skrining untuk memantau potensi penyebaran virus influenza. Untuk kasus Influenza Like Illness (ILI) atau gejala influenza ringan, skrining dilakukan di Puskesmas Dinoyo.
Sementara itu, untuk kasus Severe Acute Respiratory Infection (SARI) atau ISPA berat, pemeriksaan dilakukan di RS Saiful Anwar (RSSA) Malang. Dari kedua titik tersebut, sampel pasien akan dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan.
"Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya kecurigaan virus influenza yang bermutasi, sampel selanjutnya akan dikirim ke Balai Besar Biologis Kesehatan di Jakarta," jelasnya.
Di laboratorium tersebut, lanjut Husnul, sampel akan dianalisis menggunakan metode whole genome sequencing (WGS). Pemeriksaan ini bertujuan memastikan apakah virus yang terdeteksi merupakan influenza A atau H3N2 Subclade K yang dikenal sebagai superflu.
"Hasil pemeriksaan dari pusat, oleh Kemenkes akan disampaikan kembali ke daerah, sebagai dasar penetapan status kasus konfirm," terangnya.
Husnul juga mengungkapkan, pada periode September hingga November 2025 lalu, sempat terdeteksi 17 kasus influenza di Kota Malang. Namun seluruh pasien tersebut telah dinyatakan sembuh.
Di sisi lain, Dinkes Kota Malang mencatat kasus ISPA masih menunjukkan angka yang cukup tinggi. Berdasarkan laporan dari fasilitas kesehatan (faskes), ISPA masih masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak yang diderita masyarakat Kota Malang.
Dalam kesempatannya ini, Husnul mengimbau masyarakat untuk tetap waspada namun tidak perlu panik. Ia menekankan keberadaan virus yang menyebabkan ISPA merupakan hal yang tidak terpisahkan, terutama di negara beriklim tropis seperti Indonesia.
Husnul juga mengingatkan masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan untuk menggunakan alat pelindung diri seperti masker. Serta kembali membiasakan penerapan protokol kesehatan sebagaimana saat pandemi Covid-19.
"Kalau beraktivitas di luar, upayakan memakai masker. Protokol kesehatan seperti dulu itu sebenarnya masih relevan untuk diterapkan," katanya.
Selain itu, Husnul menyebut vaksin influenza dapat menjadi salah satu upaya pencegahan yang efektif untuk mengurangi risiko terpapar virus influenza. Termasuk varian yang berpotensi berkembang.
"Kalau memang diperlukan, vaksin influenza juga sangat membantu untuk mengurangi potensi paparan virus," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH




.jpg)
