27 January 2026

Get In Touch

Harga Emas Antam Tembus Rp3 Juta per Gram

Ilustrasi emas.
Ilustrasi emas.

SURABAYA (Lentera) - Harga emas Antam di sejumlah lokapasar (marketplace) menembus Rp3 juta per gram sedangkan di laman Logam Mulia Rp2.772.000 per gram pada Rabu (21/1/2026).

Berdasarkan beberapa marketplace mengutip IG Story akun instagram resmi @antamlogammulia, emas batangan (certicard) Antam dijual mulai dari Harga Rp3,055 juga per gram hingga Rp3,246 juta per gram. 

Seperti di Tokopedia dibanderol Rp3,094 juta per gram. Di Shopee, emas menembus Rp3,246 juta per gram. Kemudian, pada platform Blili, emas dijual Rp3,055 juta per gram. Selanjutnya, platform Tiktok Shop dan Lazada masing-masing menjual Rp3,092 juta per gram dan Rp3,094 juta per gram.

Sementara dari laman Logam Mulia, emas antam di bandrol Rp2.772.000 per gram. Harga itu mengalami lonjakan Rp35.000 dari semula Rp2.737.000 per gram. Begitu pula harga jual kembali (buyback) turut naik ke angka Rp2.612.000 per gram.

Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017 untuk semua jenis emas mulai dari gramasi 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram).

Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.

Sementara itu, pengamat pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi menilai tren kenaikan harga emas dunia masih berpotensi berlangsung cukup panjang. Ia memperkirakan momentum penguatan bisa bertahan hingga 2028 seiring dinamika global yang masih sarat ketidakpastian.

"Tren kenaikan harga emas dunia logam mulia ini kemungkinan sampai tahun 2028, sampai masa jabatan Trump berakhir," ujar Ibrahim melansir CNNIndonesia, Rabu (21/1/2026).

Menurut Ibrahim, kepemimpinan Presiden AS Donald Trump membawa pengaruh besar terhadap ekonomi global, terutama melalui geopolitik dan perang dagang.

Situasi itu mendorong investor memburu aset aman seperti emas. Ia memproyeksikan harga emas dunia pada 2026 berpotensi menembus US$5.500 per troy ons, dengan lonjakan harga emas global di kisaran US$3.500 per ons.

Faktor geopolitik, kata Ibrahim, menjadi pendorong utama. Mulai dari konflik Rusia-Ukraina, ketegangan Uni Eropa dan AS, hingga isu Greenland yang memicu friksi NATO, turut menciptakan gejolak pasar yang membuat emas terus diburu. Di dalam negeri, pelemahan rupiah juga ikut mengerek harga emas domestik.

Ibrahim pun memberi catatan bagi masyarakat yang ingin masuk ke emas di tengah harga tinggi. Ia menyarankan pembelian dilakukan secara bertahap.

"Bagi pemula belilah dengan cara mencicil, bisa melalui Pegadaian atau bullion bank. Jangan langsung beli besar," ucapnya.

Senada, pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra menilai tren kenaikan emas masih terbuka setidaknya sepanjang 2026. Ia menyebut penurunan suku bunga acuan AS, kebijakan tarif resiprokal Trump, dan ketidakpastian global sebagai kombinasi yang mendorong harga emas naik lebih jauh.

"Ada kemungkinan bisa naik hingga US$5.000 sampai US$6.000 per troy ons," ujar Ariston.

Ariston juga mengingatkan harga emas saat ini sangat volatile. Meski peluang beli masih terbuka, investasi emas bukan untuk jangka pendek.

"Karena secara history, harga emas pernah sideways cukup lama. Jadi kalau masuk di harga ini, investor harus tahu risikonya," ujarnya.

Kenaikan harga emas ini tercermin pada seluruh produk. Di Pegadaian, emas Galeri24 dipatok Rp2,823 juta per gram dan UBS tembus Rp2,886 juta per gram. (*)


Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.