04 February 2026

Get In Touch

200 Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Buka Harapan Baru Pengemudi Lansia di Kota Malang

Pengemudi becak listrik lansia mendapatkan penumpang pertamanya dalam acara Pemberian Bantuan Becak Listrik di Balai Kota Malang, Selasa (20/1/2026) sore. (Santi/Lentera)
Pengemudi becak listrik lansia mendapatkan penumpang pertamanya dalam acara Pemberian Bantuan Becak Listrik di Balai Kota Malang, Selasa (20/1/2026) sore. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) -Puluhan tahun mengayuh becak manual dengan tenaga sendiri kini mulai terasa lebih ringan bagi para pengemudi becak lansia di Kota Malang. Bantuan becak listrik dari Presiden RI Prabowo Subianto menjadi harapan baru bagi mereka yang selama ini bertahan di tengah pendapatan yang kian tak menentu.

Salah satu penerima bantuan tersebut adalah Kasadi (73), pengemudi becak asal Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang. Pria yang telah menarik becak sejak 1979 itu mengaku bersyukur menerima bantuan becak listrik yang diharapkan mampu membantunya dalam mencari nafkah.

Kasadi menuturkan, awal mula dirinya mengetahui program bantuan tersebut berasal dari informasi seorang teman satu profesi. Ia kemudian didaftarkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang sebagai calon penerima bantuan. "Saya awalnya tidak tahu ada program ini. Dapat info dari teman, lalu saya didaftarkan ke Dinsos," ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Setelah menerima becak listrik, Kasadi mengaku telah mendapatkan penjelasan terkait cara penggunaan dan pengisian daya baterai. Proses pengisian daya pun cukup dilakukan di rumah. "Sudah dikasih tahu cara pakainya dan ngecasnya. Nanti ngecas bisa di rumah sendiri," katanya.

Bagi Kasadi, bantuan ini sangat berarti. Selama puluhan tahun mengayuh becak manual, ia merasakan betul beratnya mencari penumpang, terlebih di usia yang tidak lagi muda. "Saya narik becak sejak 1979. Dapat bantuan ini ya senang sekali. Selama ini kan soro (susah). Kalau sudah ada ini jadi mempermudah," ungkapnya.

Kasadi biasa mangkal di kawasan Blimbing. Ia berharap, dengan adanya becak listrik, minat masyarakat untuk menggunakan jasa becak kembali meningkat sehingga berdampak pada penghasilannya. 

Pasalnya, selama menarik becak manual, pendapatan hariannya kerap tidak menentu. "Kadang-kadang nggak dapat sama sekali, apalagi kalau lagi sepi. Sekarang kalah sama ojek online," ucapnya.

Penerima bantuan lainnya, Sholihin Untoro (59), pengemudi becak yang mangkal di kawasan Embong Brantas, Kelurahan Kidul Dalem, juga merasakan hal serupa. Ia mengaku mulai menarik becak sejak 2020 dan menggantungkan hidupnya dari pekerjaan tersebut.

Disebutkannya, pendapatan hariannya selama ini berkisar Rp40 ribu hingga Rp50 ribu saat kondisi ramai.

Dengan adanya becak listrik, Sholihin berharap pendapatannya bisa meningkat. Ia bahkan berharap bisa menyesuaikan tarif perjalanan. "Kalau dulu dari Embong Brantas ke Pasar Besar Rp10 ribu, sekarang harapannya bisa Rp15 ribu. Tapi kalau penumpang tidak mau, ya tidak apa-apa," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), Letnan Jenderal TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, menjelaskan bantuan becak listrik ini merupakan murni dari kantong pribadi Presiden RI Prabowo Subianto. Pada tahap ini, sebanyak 200 unit becak listrik disalurkan kepada para pengemudi becak di Kota Malang.

"Pada tahap awal, prioritas penerima adalah pengemudi becak berusia 70 tahun ke atas, kemudian 60 tahun, dan 50 tahun ke atas. Harapannya ke depan seluruh pengemudi becak bisa menerima bantuan ini," jelas Teguh.

Dijelaskannya, becak ini mampu melaju di tanjakan hingga 15 derajat dan memiliki daya tempuh baterai sekitar 36 kilometer dalam sekali pengisian. "Kalau baterai setengah pun bisa diisi lagi, tidak ada masalah," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menambahkan Pemkot Malang berencana mengintegrasikan becak listrik sebagai bagian dari layanan becak wisata. Pemkot juga telah menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta pihak travel untuk mendukung sektor pariwisata.

"Kami juga akan membentuk paguyuban becak listrik agar ada kebersamaan dan pengelolaan yang lebih baik," ujar Wahyu.

Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.