23 January 2026

Get In Touch

Pemkab Malang Bidik Produksi Tangkapan Ikan Laut 29,7 Ribu Ton pada 2026

Ilustrasi: Hasil tangkapan ikan laun di Kabupaten Malang. (dok. Ist)
Ilustrasi: Hasil tangkapan ikan laun di Kabupaten Malang. (dok. Ist)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang membidik produksi tangkapan ikan laut pada tahun 2026 mencapai 29,7 ribu ton, angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang tercatat sebesar 28,4 ribu ton.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang, Victor Sembiring mengatakan target tersebut ditetapkan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor perikanan tangkap di wilayah pesisir selatan Malang.

"Kami prediksinya ada peningkatan, ya. Karena pada tahun 2025 hasil perikanan tangkap laut kami mencapai 28,4 ribu ton. Oleh karena itu, pada 2026 targetnya kami tingkatkan menjadi 29,7 ribu ton lebih," ujar Victor, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Malang, target produksi tangkapan ikan laut pada 2025 sebenarnya hanya dipatok di angka 21,9 ribu ton.

Namun realisasi yang dicapai mampu melampaui target tersebut hingga 4,40 persen, sehingga menjadi dasar optimisme pemerintah daerah dalam menetapkan target tahun berikutnya.

Victor menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kapasitas dan pengalaman nelayan di wilayah pesisir Kabupaten Malang yang dinilai sudah berada di atas rata-rata, khususnya dalam memetakan lokasi tangkap ikan yang potensial.

"Kelihatannya cuaca bukan menjadi halangan utama. Nelayan kami sudah cukup andal membaca kondisi laut dan wilayah migrasi ikan," katanya.

Ia mencontohkan, salah satu komoditas unggulan, yakni ikan layur diketahui memiliki jalur migrasi di perairan sekitar delapan hingga 12 mil laut di depan Desa Pujiharjo. Kondisi ini kemudian dimanfaatkan nelayan untuk melakukan penangkapan secara masif.

Sepanjang 2025, menurutnya ikan layur menjadi komoditas yang memberikan kontribusi signifikan terhadap capaian produksi perikanan tangkap laut Kabupaten Malang. Total tangkapan ikan layur tercatat mencapai 6,1 ribu ton.

Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan rata-rata tangkapan ikan layur pada tahun-tahun sebelumnya yang hanya berada di kisaran 1.500 ton per tahun.

Lebih lanjut Victor menyebut, lonjakan produksi ikan layur dipengaruhi oleh faktor harga yang cukup menguntungkan di tingkat pasar. Saat ini, harga ikan layur berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, bergantung pada ukuran dan bobot ikan.

Selain pasar domestik, ikan layur asal Kabupaten Malang juga memiliki permintaan tinggi di pasar ekspor. Salah satu negara tujuan utama adalah China, yang memiliki budaya konsumsi ikan layur dalam kehidupan sehari-hari.

"Konsumsi terbesar memang dari China karena masyarakat di sana memiliki kebiasaan makan ikan ini dan sudah menjadi budaya," katanya.

Tak hanya ikan layur, Victor menyebut komoditas perikanan laut lain yang turut menyumbang produksi terbesar sepanjang 2025 adalah ikan tongkol. Dengan total tangkapan sekitar 6 ribu ton, serta ikan layang yang mencapai 5,2 ribu ton.

Sementara itu, dikatakannya aktivitas pendaratan ikan di Kabupaten Malang tersebar di sejumlah titik pesisir selatan. Beberapa lokasi utama pendaratan ikan di antaranya berada di Pantai Licin, Desa Pujiharjo, Pantai Wedi Awu, Pantai Sendang Biru, Pantai Kondang Buntung, Pondokdadap, serta Pantai Kondang Bajul.

 

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.