13 January 2026

Get In Touch

Butuh Ratusan Juta Rupiah, Dishub Kota Malang Anggarkan Alat e-Parking di PAK

Gedung parkir Kajoetangan, Kota Malang. (Santi/Lentera)
Gedung parkir Kajoetangan, Kota Malang. (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang membutuhkan anggaran ratusan juta rupiah untuk pengadaan alat e-parking di Gedung Parkir Kajoetangan. Kebutuhan anggaran tersebut direncanakan akan diajukan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.

"E-parking itu kebutuhannya ada tiga titik. Satu di pintu masuk, kemudian dua di pintu keluar di parkir vertikal Jalan Majapahit. Karena gedung ini menyambung," ujar Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Malang, Rahmat Hidayat, Senin (12/1/2026).

Diketahui, Gedung Parkir Kajoetangan telah mulai beroperasi sejak 7 Januari 2026 usai menjalani uji coba dan evaluasi pada 31 Desember 2025-6 Januari 2026. Namun, operasional awal tersebut hingga saat ini masih menggunakan sistem parkir manual karena fasilitas e-parking belum terpasang.

Terkait kebutuhan anggaran, Rahmat menyebut pemasangan e-parking tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp500 juta untuk satu paket yang mencakup ketiga titik tersebut. "Sekitar Rp500-an juta seingat saya, untuk satu paket. Ya, tiga itu," ungkapnya.

Menurut Rahmat, pengadaan e-parking sejatinya telah direncanakan sejak tahun anggaran 2025. Namun, karena keterbatasan waktu dalam proses perencanaan dan pengadaan, realisasi pemasangan belum dapat dilakukan bersamaan dengan peresmian gedung.

Sementara itu, Sekretaris Dishub Kota Malang, Slamet Husnan, membenarkan kebutuhan e-parking di Gedung Parkir Kajoetangan telah disampaikan kepada Wali Kota Malang. Ia menegaskan jika direalisasikan pada tahun ini, maka penganggarannya akan masuk dalam skema PAK 2026.

"Soal kebutuhan e-parking itu kami sudah sampaikan ke Pak Wali Kota. Kalau terealisasi tahun 2026 ini, berarti masuk di anggaran PAK," ujar Slamet.

Namun demikian, Slamet mengaku pihaknya belum dapat memastikan besaran anggaran secara detail. Hal tersebut karena Dishub masih menunggu penawaran dari pihak rekanan, termasuk spesifikasi alat yang akan dipasang.

Ditambahkannya, desain akses di Gedung Parkir Kajoetangan juga menjadi pertimbangan dalam perhitungan anggaran. Saat ini, gedung tersebut memiliki satu akses masuk dan dua akses keluar, yang dipisahkan berdasarkan jenis kendaraan.

"Akses keluarnya ada dua, satu untuk roda dua dan satu lagi untuk roda empat. Perhitungannya nanti seperti apa, kami masih menunggu. Apalagi harga tiap tahun juga berubah, jadi kami menyesuaikan," imbuhnya. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.