13 January 2026

Get In Touch

Kekuatan Doa

ILUSTRASI: Kader Banteng melakukan ziarah ke makam Ir. Sutjipto (Sekjen DPP PDI Perjuangan 2005-2010), makam Ibu Sudjamik Sutjipto, dan makam L. Soepomo di TPU Keputih Surabaya, Sabtu (27/7/2024). Kegiatan ini diikuti Wali Kota Eri Cahyadi, Ketua DPRD Kota
ILUSTRASI: Kader Banteng melakukan ziarah ke makam Ir. Sutjipto (Sekjen DPP PDI Perjuangan 2005-2010), makam Ibu Sudjamik Sutjipto, dan makam L. Soepomo di TPU Keputih Surabaya, Sabtu (27/7/2024). Kegiatan ini diikuti Wali Kota Eri Cahyadi, Ketua DPRD Kota

SURABAYA (Lentera) -Yang paling kuat di semesta, adalah doa. Saking kuatnya, ia juga mampu membuat jiwa tenang.

Memang tidak setiap dikabulkan. Tapi doa adalah wujud penghambaan manusia pada Sang Khaliq.

H. Sutjipto alias Pak Tjip juga pernah mengingatkan dahsyatnya sebuah doa.

Mantan Sekjen PDIP tersebut bicara di depan 'arek-arek' Banteng di markas Jl. Pandegiling, di awal-awal reformasi.

Kalau Allah sudah mengabulkan doa kita,  kata Pak Tjip,  jangan kaget dengan anugerah, karunia, rezeki dan rahmat bertubi-tubi yang kita terima.

Itulah 'janji' Gusti Allah. "Mintalah kepadaKu dan Aku akan kabulkan" (Al Mu'min : 60)

Dalam kehidupan sebenarnya yang kita cari adalah ketenangan.

Coba renungkan kembali ketika berada dalam situasi yang penuh tekanan hingga merasa ujian hidup jauh dari kata selesai.

Di kala itu yang kita inginkan adalah ketenangan, bukan? Di aspek pekerjaan, misalnya. Yang kita cari adalah pekerjaan yang baik dan stabil agar kita dapat hidup nyaman, aman dan tenang.

Di aspek keluarga, kita ingin orang tua sehat, hidup harmonis satu sama lain agar hidup kita pun tenang. Sehingga sebenarnya segala yang kita lakukan di dunia hanyalah untuk mencapai ketenangan dan kedamaian hidup.

Diri kita sendiri sebenarnya hasrat untuk mendapatkan ketenangan sudah ditanamkan sejak kita diciptakan oleh Tuhan di mana sebenarnya sumber ketenangan itu sendiri adalah Sang Pencipta.

Sadar atau tidak sadar sejak lahir kita sudah memiliki benih untuk memiliki keinginan mencari Yang Maha Kuasa agar merasakan ketenangan.

Kehadirannya begitu dekat dengan kita jika kita mau berkomunikasi dengan-Nya lewat doa. Sehingga doa menjadi media komunikasi kita dengan Sang Pencipta.

Sejatinya, Tuhan tidak hanya menyampaikan petunjuk dan aturan-Nya lewat kitab suci namun juga membiarkan manusia merespon firman-Nya lewat doa yang berisikan rasa syukur, keluh kesah, dan harapan.  

Qur'an surat Al-Baqarah (2) ayat 186:  "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila dia berdo'a kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran."

Di sini Tuhan ingin mengatakan bahwa untuk merasakan kehadiran-Nya sebenarnya tidaklah perlu perantara. Cukup dengan berdoa kita bisa merasakan betapa Dia berada amat dekat.

Bahkan setiap perkataan yang kita ucapkan sebenarnya juga merupakan bentuk doa. Sehingga kita manusia harus menjaga ucapan kita supaya perilaku dan lingkungan kita menjadi positif. Sebab kala mengucap sesuatu malaikat-malaikat di sekitar kita sebenarnya sedang mengamini perkataan tersebut. 

Di mana pun kita berada entah itu sedang di jalan dan tiba-tiba ada lintasan hati yang mengingini sesuatu, sebenarnya harapan itu sudah menjadi doa sebab Allah mendengar sangat dekat.

Apapun yang kita ucapkan baik secara lisan atau dalam hati Allah mendengarkan. 

Meskipun begitu kita tidak bisa hanya asal berdoa dan meminta saja. Doa harus disertai dengan usaha dan dilandasi dengan niat.

Utamanya kita harus memiliki niat yang baik terlebih dahulu. Diikuti dengan upaya dalam perilaku sehari-hari dengan sikap optimis. Yang terakhir baru menyertai niat dan upaya itu dengan doa.

Doa menjadi amat penting untuk menunjukkan bahwa kuasa kita hanyalah untuk melakukan yang terbaik sebisa kita.

Doa yang disertai dengan niat dan usaha yang baik menunjukkan bahwa kita masih menyerahkan hidup kita pada Yang Maha Kuasa sebab kita tidak memiliki kuasa apapun atas hidup.

Setelah melakukan tiga hal ini hasilnya nanti Tuhan yang akan mengurus. 

Tuhan, sesungguhnya memiliki tiga macam jawaban atas doa yang diucapkan. Pertama doa kita bisa mendapatkan jawaban ya dan langsung dikabulkan. Kedua Allah bisa bilang tidak. Namun bukan berarti doa tersebut tidak dikabulkan melainkan digantikan dengan hal yang lebih baik. Yang ketiga adalah Allah akan bilang tunggu untuk sabar dan akan diberikan di waktu yang tepat dengan kondisi yang terbaik.

Kalau memang belum diberikan sekarang, tunggu dan sabar saja karena Allah pasti akan berikan entah di dunia atau akhirat.

Sebelum doa dikabulkan baiknya kita memenuhi kewajiban dulu sebagai umat-Nya, melakukan apa yang menjadi kehendaknya.

Kalau kita hanya meminta tanpa berupaya atau menunjukkan sikap yang justru menjauhi kita dari perintah Tuhan tentu saja terkabulnya doa pun menjadi lebih lama.

Percayalah, kekuatan sebuah doa mampu mengubah takdir. Kasih sayang Tuhan teramat luas daripada yang mampu kita bayangkan.

Editor: Arifin BH

Share:

Punya insight tentang peristiwa terkini?

Jadikan tulisan Anda inspirasi untuk yang lain!
Klik disini untuk memulai!

Mulai Menulis
Lentera.co.
Lentera.co.