12 January 2026

Get In Touch

Luapan Bengawan Jero Banjiri 5 Kecamatan di Lamongan, Gubernur Khofifah Tekankan Normalisasi Kanal

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau okasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026).
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau okasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026).

LAMONGAN (Lentera) - Luapan air dari Bengawan Jero membanjiri 1.840 unit rumah di 27 desa yang tersebar di lima kecamatan, Kabupaten Lamongan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, langsung menekankan perlunya normalisasi kanal sepanjang 9 kilometer (KM) menuju laut untuk mengatasi masalah banjir tahunan ini.

Adapun lima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Deket, Kalitengah, Turi, Karangbinangun, dan Glagah. Selain merendam pemukiman warga, banjir juga menenggelamkan ribuan hektar lahan produktif. Setidaknya ada sekitar 12.000 hektare lahan yang terendam.

“Kita butuh 9 kilometer untuk melakukan normalisasi kanal ke laut. Ini harus dikomunikasikan dengan Pemkab Gresik karena akan melewati area pinggiran JIIPE (Java Integrated Industrial and Port Estate),” ujar Khofifah Ketika meninjau lokasi banjir di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Sabtu (10/1/2026).

Penekanan perlunya normalisasi tersebut karena ada banyak anak sungai di wilayah Deket, khususnya Desa Laladan, yang bermuara ke Bengawan Jero hingga Gresik. Sehingga, untuk normalisasi tersebut juga harus dikoordinasikan dengan Pemkab Gresik.

Khofifah juga mengapresiasi langkah cepat Bupati Lamongan yang telah menutup beberapa pintu air sebagai upaya mitigasi awal. Ia mencatat adanya 6 pintu air dengan kapasitas total 840 liter per detik, namun belum semuanya dapat dioperasikan secara maksimal karena banyaknya volume air dari anak-anak sungai.

Selain itu, Khofifah juga mengingatkan masyarakat dan seluruh elemen pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan. Sebab, berdasarkan prakiraan Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebutkan bahwa puncak hujan terjadi pada Januari ini.

“Menurut BMKG Juanda, intensitas hujan di bulan Desember baru 20 persen. Di bulan Januari ini naik menjadi 58 persen, hampir tiga kali lipat dari bulan Desember. Nanti di bulan Februari diprediksi 22 persen,” ungkapnya.

Gubernur berharap sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta masyarakat dapat meminimalisir dampak cuaca ekstrem ini.

“Antisipasi dan mitigasi di semua lini, semua elemen, termasuk kawan-kawan media, bersama-sama membangun kewaspadaan karena prediksi alam menunjukkan intensitas hujan di Jawa Timur sedang tinggi,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.