11 January 2026

Get In Touch

Hidupkan Kembali Pasar Senggol, Pemkot Malang Upayakan Penataan PKL

Pasar Splendid di Jalan Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (10/1/2026). (Santi/Lentera)
Pasar Splendid di Jalan Majapahit, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Sabtu (10/1/2026). (Santi/Lentera)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana menghidupkan kembali Pasar Senggol di kawasan Splendid, Jalan Brawijaya, Kecamatan Klojen. Hal ini dilakukan sebagai upaya penataan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini ada di lokasi-lokasi terlarang.

"Di kawasan Splendid ini kita tahu ada pasar burung, pasar hewan, dan pasar bunga. Ada sekolah-sekolah juga. Dulu, di sini juga ada yang namanya Pasar Senggol. Kami akan coba melakukan penataan di sini," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Sabtu (10/1/2026).

Wahyu menjelaskan sebelumnya, penataan kawasan Splendid didukung dengan konektivitas gedung yang menghubungkan Jalan Basuki Rahmat dengan gedung parkir di Jalan Majapahit. 

Konektivitas itu nantinya menjadi akses penghubung antara Kayutangan Heritage dengan kawasan tersebut, termasuk pasar burung dan pasar bunga. Menurut Wahyu, penataan dilakukan agar potensi kawasan Splendid yang berdekatan dengan Kayutangan Heritage dapat ikut merasakan dampak geliat wisata.

Pasalnya, Splendid memiliki karakter dan potensi yang berbeda dengan kawasan kampung heritage, sehingga perlu dikemas dengan konsep tersendiri.

Wahyu juga menyampaikan, pengaktifan kembali Pasar Senggol menjadi salah satu opsi solusi untuk mengatasi persoalan PKL dan parkir yang selama ini terjadi di kawasan Alun-Alun Merdeka. Pihaknya berharap persoalan tersebut dapat ditangani secara lebih terintegrasi.

"Untuk mengatasi salah satu permasalahan PKL dan penataan parkir yang ada di Alun-Alun Merdeka, itu bisa diatasi dengan penataan yang ada di kawasan Splendid, salah satunya dengan mengaktifkan lagi Pasar Senggol. Kami akan tata," tegasnya.

Lebih lanjut, Wahyu memastikan penataan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat terkait nasib PKL pasca revitalisasi Alun-Alun Merdeka.

"Dulu saya pernah janji, PKL akan kami relokasi. Kami sudah berjalan keliling dan berdiskusi dengan DPRD, melalui Wakil Ketua dan Ketua Komisi C. Kami akan tata," katanya.

Wahyu juga mengakui masih banyak PKL yang berjualan di koridor Kayutangan Heritage, termasuk di sekitar Monumen Chairil Anwar. Kondisi itu menjadi salah satu alasan Pemkot Malang menyiapkan kawasan Splendid sebagai alternatif penataan.

Konsep Pasar Senggol yang direncanakan, lanjut Wahyu, mengadopsi konsep lama yang sarat dengan nuansa nostalgia. Pada masanya, Pasar Senggol menjadi ruang aktivitas PKL di mana pengunjung bisa berbelanja sambil menikmati suasana khas pusat kota.

"Kami coba dengan konsep Pasar Senggol seperti dulu. Dulu itu sepanjang Pasar Senggol adalah PKL semua dan pengunjung bisa berbelanja. Ini masih konsep dan akan kami perdalam," jelasnya.
Selain itu, kawasan Splendid dinilai strategis karena berdekatan dengan Stasiun Kereta Api Kotabaru. Akses tersebut diharapkan memudahkan wisatawan dari luar kota untuk langsung menikmati berbagai destinasi heritage dan ruang publik di pusat Kota Malang.

Dalam kesempatannya ini, Wahyu juga menyoroti kondisi kawasan Splendid, khususnya di sepanjang bantaran sungai yang dinilai masih kumuh. Selain pasar, penataan lingkungan sekitar juga akan dilakukan agar kawasan tersebut lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan. (*)

 

Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.