MALANG (Lentera) - Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat telah meresmikan Gedung Parkir Kajoetangan, Sabtu (10/1/2026). Keberadaan fasilitas parkir baru yang telah beroperasi sejak 7 Januari 2026 tersebut diklaim berdampak pada kelancaran arus lalu lintas di kawasan Kayutangan Heritage.
"Ini menjadi salah satu solusi mengatasi tingkat kepadatan arus lalu lintas kendaraan di Kayutangan Heritage. Alhamdulillah lalu lintasnya lancar," ujar Wahyu.
Dijelaskannya, gedung parkir tersebut terhubung langsung dengan fasilitas parkir vertikal di Jalan Majapahit. Konektivitas ini diharapkan mampu memusatkan aktivitas parkir sehingga tidak lagi mengganggu fungsi jalan sebagai ruang lalu lintas.
Menurut Wahyu, kapasitas Gedung Parkir Kajoetangan cukup untuk menampung kendaraan roda dua yang selama ini parkir di badan jalan. Setidaknya, gedung parkir tersebut mampu menampung sekitar 800 unit sepeda motor.
"Kalau dilihat dari jumlah kendaraan khususnya roda dua yang selama ini menggunakan parkir badan jalan, insyaallah dengan adanya gedung parkir yang terkoneksi ini bisa menampung semuanya," jelasnya.
Sementara itu, untuk kendaraan roda empat, Pemkot Malang masih memberikan toleransi parkir di kawasan Kayutangan Heritage. Namun, kebijakan tersebut dibatasi hanya di sisi kiri badan jalan, mengingat keterbatasan ruang parkir untuk mobil di gedung yang baru diresmikan.
Sebagai bagian dari tahap awal operasional, Pemkot Malang juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menggratiskan tarif parkir di Gedung Parkir Kajoetangan. Kebijakan ini berlaku mulai 7 Januari hingga 13 Januari 2026.
"Tujuannya supaya masyarakat bisa memanfaatkan dan membiasakan parkir di sini," kata Wahyu.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dishub, Slamet Santosa, menambahkan Gedung Parkir Kajoetangan sebelumnya telah melalui tahapan uji coba operasional.
"Uji coba sudah dilakukan pada 31 Desember 2025. Kemudian tanggal 7 sampai 13 Januari 2026 ini masuk tahapan sosialisasi," jelas Slamet.
Dari hasil evaluasi sementara, Slamet menilai keberadaan gedung parkir baru tersebut telah berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan Kayutangan Heritage.
"Sudah lebih lancar dibandingkan sebelumnya, ketika masih banyak kendaraan yang parkir di badan jalan," pungkasnya. (*)
Reporter: Santi Wahyu
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
