SURABAYA (Lentera) -Obesitas tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga semakin banyak menyerang kalangan remaja.
Kondisi obesitas identik dengan perilaku makan berlebihan. Masalah kesehatan ini cukup mudah ditemukan di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai kalangan usia, remaja sekalipun. Obesitas pun tidak hanya dialami oleh orang dewasa, tetapi juga semakin banyak menyerang kalangan remaja.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena obesitas dapat memicu berbagai penyakit berbahaya, seperti diabetes, kolesterol tinggi, hingga tekanan darah tinggi.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), Dr Nur Aisiyah Widjaja dr Sp A(K), menjelaskan pola tidur yang tidak teratur, khususnya tidur larut malam, dapat meningkatkan risiko obesitas pada remaja.
“Perlu regulasi jam tidur yang tepat, maksimal pukul 21.00. Pada rentang waktu tersebut hormon melatonin yang mengatur tidur mulai meningkat sejak pukul 20.00. Jika tidur melewati jam 9 malam, hormon melatonin akan terganggu dan dapat memicu peningkatan hormon leptin yang menimbulkan rasa lapar serta keinginan untuk ngemil,” jelasnya, Jumat (9/1/2026).
Aisiyah menyebutkan, kebiasaan begadang pada remaja sering kali disertai dengan konsumsi camilan tidak sehat di malam hari. Makanan yang umum dikonsumsi antara lain mi instan, gorengan, hingga mi instan yang ditambahkan telur.
“Konsumsi mi instan di malam hari tidak direkomendasikan karena kalorinya cukup tinggi. Apalagi jika ditambah telur yang mengandung protein dan lemak, maka asupan kalori semakin bertambah. Sementara di malam hari tubuh tidak banyak beraktivitas, sehingga risiko obesitas menjadi lebih besar,” tuturnya.
Selain berkaitan dengan obesitas, kurang tidur juga kerap dipicu oleh stres. Saat stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang dapat mengganggu pelepasan hormon melatonin,
sehingga kualitas dan durasi tidur menurun.
Ia mengingatkan, durasi tidur yang kurang dalam jangka panjang dapat memicu obesitas dan berujung pada sindrom metabolik, seperti risiko diabetes, penyakit jantung koroner, serta penyakit tidak menular lainnya (Non-Communicable Disease/NCD).
“Karena itu penting untuk menjaga manajemen stres, tidak hanya memperhatikan pola makan. Usahakan tidur pukul 21.00, makan terakhir maksimal pukul 19.00, dan hindari kebiasaan mengerjakan tugas hingga larut malam,” tutupnya.
Reporter: Amanah|Efitor: Arifin BH





.jpg)
