Kepala Dispendik Surabaya Tekankan Pentingnya Keseimbangan Hobi Main Gim dengan Akademik
SURABAYA (Lentera) - Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan pentingnya keseimbangan antara hobi bermain gim dan kewajiban akademik. Hal tersebut sejalan dengan slogan utama kegiatan Grand Tournament Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) Goes To School yakni “Belajar Dulu Baru Mabar” yang berlangsung di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya, mulai Kamis (8/1/2026) hingga Minggu (11/1/2026).
“Saya ingin slogan itu benar-benar diresapi. Kalau tidak belajar, jangan boleh main bareng (mabar). Kami menitipkan pesan ini kepada bapak dan ibu guru untuk membantu pengawasan agar anak-anak kita tetap sehat dalam menggunakan gawai,” kata Febrina, Kamis (8/1/2026).
Menurut Febrina, turnamen ini tidak sekadar menjadi ajang adu ketangkasan bermain gim, melainkan juga sarana pembentukan karakter pelajar. Melalui kompetisi esport, siswa diajarkan menjunjung nilai sportivitas, kerja sama tim, disiplin, serta kemampuan mengendalikan emosi.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk generasi muda yang berprestasi dan berkarakter baik, serta mampu menyeimbangkan antara akademik, minat, dan dunia esport. Ini bisa menjadi langkah awal menuju prestasi profesional, bahkan hingga level SEA Games,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Ekosistem Gim Moonton Games, Erina Tan, mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme tinggi dari Jawa Timur, khususnya Surabaya. Ia mencatat adanya pertumbuhan signifikan jumlah guru yang terlibat dalam program Teacher Ambassador.
“Awalnya hanya 50 guru, kini berkembang menjadi 328 guru di Surabaya dan sekitarnya seperti Sidoarjo, Gresik, Jombang, Kediri, Malang, dan Mojokerto. Peran guru sangat krusial untuk memastikan esport berjalan sejalan dengan nilai-nilai pendidikan,” ungkap Erina.
Erina menegaskan Moonton berkomitmen membangun ekosistem esport yang aman, terstruktur, dan berpusat pada pendidikan. Dengan demikian, minat anak-anak terhadap gim dapat diarahkan menjadi aktivitas yang bermanfaat tanpa mengesampingkan pendidikan formal.
“Kami berharap siswa yang berpartisipasi dalam turnamen ini dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai pemain, tetapi juga sebagai pribadi yang berkarakter,” pungkasnya.
Diketahui, Program MLBB Goes To School melibatkan lebih dari 300 sekolah tingkat SD dan SMP di Surabaya. Para peserta didampingi oleh Teacher Ambassador, yakni guru-guru yang telah dibekali pemahaman untuk mengawasi serta mengarahkan aktivitas bermain gim agar tetap terukur dan bernilai positif. (*)
Reporter: Amanah
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
