11 January 2026

Get In Touch

Petani Jatim Bisa Tebus Pupuk Subsidi, Pemerintah Siap Sejak Awal Tahun 2026

PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk subsidi telah berjalan sejak awal tahun guna mendukung kebutuhan tanam petani
PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan penyaluran pupuk subsidi telah berjalan sejak awal tahun guna mendukung kebutuhan tanam petani

MADIUN (Lentera) -Pemerintah melalui PT Pupuk Indonesia (Persero) siap penyaluran pupuk bersubsidi sejak awal 2026. Pada 1 Januari 2026, sejumlah petani di Jawa Timur tercatat berhasil menebus pupuk bersubsidi hanya beberapa menit setelah pergantian tahun.

General Manager (GM) 3 PT Pupuk Indonesia (Persero), Taufiek, menyebut penebusan dilakukan oleh petani di Bangkalan, Bondowoso, dan Jember. Menurutnya, hal ini menunjukkan sistem distribusi pupuk subsidi telah siap melayani petani sejak hari pertama tahun berjalan.

“Penebusan dilakukan petani dari beberapa daerah di Jawa Timur. Alhamdulillah prosesnya lancar tanpa kendala. Bahkan, petani sudah bisa langsung melakukan pemupukan pada siang harinya,” kata Taufiek, Jumat (2/1/2026).

Ia menjelaskan, mekanisme penebusan kini lebih sederhana. Petani yang terdaftar cukup datang ke kios resmi dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP). Penebusan dilakukan sesuai alokasi dalam sistem dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) terbaru yang telah diturunkan sekitar 20 persen.

Untuk tahun 2026, pemerintah mengalokasikan pupuk bersubsidi sektor pertanian sebesar 9,55 juta ton, sama dengan alokasi tahun sebelumnya. Sementara itu, alokasi pupuk bersubsidi untuk pembudidaya ikan mencapai 295.676 ton.

Pupuk subsidi sektor pertanian hanya dapat ditebus oleh petani yang terdaftar dalam Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) Kementerian Pertanian. Adapun pembudidaya ikan wajib terdaftar dalam Elektronik Rencana Penyediaan dan Penyaluran Subsidi Pupuk (e-RPSP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Penebusannya sangat mudah lewat aplikasi iPubers. Saya cukup membawa KTP dan bisa langsung menebus alokasi Urea,” kata Ahmad.

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo/rilis

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.