04 April 2025

Get In Touch

Telan Rp 1 Miliar, Pemkot Malang Mulai Garap Proyek Sudetan Candi Panggung

Titik lokasi proyek sudetan di Jalan Candi Panggung, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Selasa (11/2/2025). (Santi/Lenteratoday)
Titik lokasi proyek sudetan di Jalan Candi Panggung, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, Selasa (11/2/2025). (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) mulai mengerjakan proyek sudetan di Jalan Candi Panggung, Lowokwaru. Proyek sepanjang 700 meter ini menelan anggaran sekitar Rp 1 miliar dan ditargetkan rampung pada Juni 2025.

Kepala DPUPR-PKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menegaskan pekerjaan proyek ini akan diawasi secara ketat agar hasilnya optimal dan tidak asal-asalan. Menurutnya, pembangunan drainase harus mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

"Anggarannya sekitar Rp 1 miliar sekian, dikerjakan oleh CV lokal. Kami pastikan pengawasan dilakukan ketat karena dampaknya cukup luas, baik dari sisi ekonomi maupun sosial," ujar Dandung, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular, Selasa (11/2/2025).

Dandung menjelaskan, proyek ini bertujuan untuk mengantisipasi luberan banjir dari kawasan Sengkaling, Kecamatan Dau Kabupaten Malang, yang kerap menggenangi wilayah Tunggulwulung, Akordion, dan Tulusrejo.

Nantinya, sudetan tersebut akan mengalirkan air hujan ke Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) dan terintegrasi dengan proyek drainase yang mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

"Lelang pekerjaannya (proyek sudetan) kan sudah selesai, Detail Engineering Design (DED) juga sudah rampung sejak tahun lalu. Jadi di Februari ini bisa masuk tahap konstruksi," tambahnya.

Dandung menjelaskan proyek sudetan di Jalan Candi Panggung, ini bertujuan untuk mendukung pembangunan sistem drainase di Jalan Soekarno-Hatta. Proyek yang dikerjakan dengan anggaran Rp 32 miliar dari Pemprov Jatim tersebut, menurutnya memiliki panjang sekitar 1.300 meter dan akan dimulai setelah Idul Fitri 2025.

Dandung menuturkan proyek drainase di Suhat berbeda dengan proyek sudetan Candi Panggung. Seluruh proses perencanaan, pengadaan, dan pelaksanaan proyek Suhat berada di bawah kendali Pemprov Jatim, sementara Pemkot Malang hanya sebagai penerima manfaat dan bertugas mengintegrasikan sistem drainase dengan proyek sudetan yang sedang dibangun.

"Setelah Idul Fitri mulai dikerjakan, targetnya selesai dalam enam bulan, jadi diperkirakan rampung Oktober 2025," jelasnya.

Lebih lanjut, Dandung menuturkan proyek sudetan dan drainase ini telah mengacu pada masterplan drainase Kota Malang. Dandung berharap, setelah proyek-proyek ini rampung, masalah banjir yang selama ini terjadi di beberapa titik dapat teratasi dengan lebih efektif.

"Semoga setelah proyek ini selesai, banjir di Kota Malang bisa berkurang secara signifikan. Semua penanganannya sudah mengacu pada masterplan drainase yang ada," pungkasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan mengatakan selain fokus pada penyudetan aliran air, proyek drainase Suhat juga akan berdampak pada beberapa aspek lain di kawasan tersebut.

Oleh karena itu, dirinya bersama OPD terkait juga telah membahas aspek pendukung seperti penataan pohon kembali, papan reklame, rambu lalu lintas, hingga sarana listrik dan penerangan.
Iwan berharap seluruh perangkat daerah terkait dapat mengomunikasikan serta menuntaskan aspek-aspek tersebut secara efektif.

“Penataan pohon dan elemen lainnya adalah konsekuensi yang harus kita siapkan dengan baik. Saya berharap perangkat daerah yang bertanggung jawab bisa segera menyelesaikan perencanaannya.

Reporter: Santi Wahyu/Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.