05 April 2025

Get In Touch

Atap SDN 04 Lebakharjo Runtuh, Dindik Upayakan Percepatan Perbaikan

Kerusakan atap di bangunan SDN 04 Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)
Kerusakan atap di bangunan SDN 04 Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

MALANG (Lenteratoday) - Insiden runtuhnya atap di 3 ruang kelas SDN 04 Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, menimbulkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 150 juta. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Pendidikan (Dindik), berkomitmen untuk segera melakukan percepatan perbaikan agar proses belajar-mengajar dapat kembali berjalan normal.

"Kami usahakan untuk penanganannya dalam waktu dekat. Secepatnya," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji, saat dikonfirmasi melalui pesan sambungan selular, Senin (6/1/2025).

Suwadji menambahkan, rencana percepatan perbaikan akan dirapatkan bersama Bupati Malang, Sanusi, pada Senin malam nanti. Yang akan melibatkan berbagai instansi terkait, mulai dari Dandim, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK), BPBD, Muspika, Korwil, Kepala Desa setempat, serta Baznas Kabupaten Malang.

Lebih lanjut, Suwadji menjelaskan rapat koordinasi tersebut bertujuan membahas sumber anggaran serta estimasi biaya yang dibutuhkan untuk perbaikan atap. "Apakah akan menggunakan Biaya Tak Terduga (BTT) 2025 atau alokasi anggaran dari Dindik, itu nanti malam akan dikoordinasikan penganggarannya," jelasnya.

Beberapa guru dan warga sekitar nampak membersihkan material reruntuhan atap di SDN 04 Lebakharjo, Kabupaten Malang. (dok. Pusdalops BPBD Kab Malang)

Sementara itu, berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, atap SDN 04 Lebakharjo dikabarkan runtuh setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kecamatan Ampelgading selama dua hari berturut-turut. Peristiwa terjadi pada Sabtu (4/1/2025) sekitar pukul 21.00 WIB.

Dari kejadian tersebut, tiga ruang kelas mengalami kerusakan cukup parah, dengan plafon dan konstruksi atap yang runtuh. Panjang kerusakan diperkirakan mencapai 30 meter dengan lebar 8 meter. Beruntungnya, tidak ada korban luka dalam kejadian ini.

"Untuk saat ini, kegiatan belajar-mengajar dilakukan secara bergantian di ruang kelas yang masih aman. Alternatif lainnya, siswa akan sementara belajar di balai dukuh setempat," ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, dalam laporannya pada Minggu (5/1/2025).

Kendati demikian, Sadono menyampaikan selain kerugian materiil senilai Rp 150 juta, runtuhnya atap ini menyebabkan kebutuhan mendesak berupa material bangunan seperti besi hollow dan genteng. Menurutnya, asesmen lebih lanjut juga tengah dilakukan di lokasi, yang berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk langkah penanganan lebih lanjut.

"Upaya sementara yang kami lakukan adalah memastikan tidak ada aktivitas di ruang yang terdampak dan menyiapkan alternatif lokasi pembelajaran agar kegiatan siswa tidak terganggu," tambah Sadono. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.