04 April 2025

Get In Touch

DBD di Trenggalek Melonjak, Sudah Ditemukan 948 Kasus

Fogging yang dilakukan petugas Dinkes PPKB Trenggalek untuk mencegah DBD
Fogging yang dilakukan petugas Dinkes PPKB Trenggalek untuk mencegah DBD

TRENGGALEK (Lenteratoday) – Kabupaten Trenggalek mencatat lonjakan tajam kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2024. Hingga awal Desember, jumlah kasus mencapai 948, jauh meningkat dibandingkan 129 kasus pada periode yang sama tahun 2023.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek, dr. Sunarto, fenomena ini merupakan bagian dari siklus lima tahunan DBD yang juga terjadi pada 2019.

"Selain faktor siklus, rendahnya efektivitas pemberantasan sarang nyamuk (PSN) turut menyumbang tingginya angka kasus,” ujarnya, Jumat (3/1/2024).

Data Dinkes PPKB Trenggalek menunjukkan, kelompok usia 15–44 tahun menjadi yang paling banyak terdampak, dengan kontribusi 49,05 persen dari total kasus. Disusul kelompok usia 5–14 tahun sebesar 29,64 persen. “Kasus juga ditemukan pada bayi di bawah satu tahun, meski jumlahnya kecil, hanya 1,48 persen,” tambah Sunarto.

Wilayah kerja Puskesmas Karangan tercatat sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi. Sunarto menyebutkan, berbagai langkah pencegahan telah dilakukan, termasuk edukasi kepada masyarakat, advokasi kepada pihak terkait, dan lomba kesehatan untuk meningkatkan kesadaran.

"Kami juga fokus pada metode 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan memanfaatkan barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan larvasida, obat nyamuk, dan pemangkasan tanaman yang lebat menjadi langkah tambahan.

Sunarto menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci untuk mengatasi masalah ini,” tegasnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.