05 April 2025

Get In Touch

Cinta Laura Tampil Berbahasa Jawa di 'PANGGONAN WINGIT 2: MISS K'

Aktris Cinta Laura saat ditemui dalam penayangan perdana film
Aktris Cinta Laura saat ditemui dalam penayangan perdana film "Panggonan Wingit 2: Miss K" di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024) (ANTARA/Vinny Shoffa Salma)

JAKARTA (Lenteratoday) - Cinta Laura kembali mencuri perhatian publik lewat aksinya dalam film horor terbaru PANGGONAN WINGIT 2: MISS K. Aktris multitalenta ini menunjukkan kemampuannya yang luar biasa dengan tampil fasih berbahasa Jawa.

Penampilannya yang memukau ini tidak hanya membuktikan profesionalismenya sebagai seorang artis dan menjadi daya tarik utama yang menambah nuansa autentik dalam cerita film tersebut.

Film PANGGONAN WINGIT 2: MISS K merupakan kelanjutan dari kisah horor yang sukses pada seri sebelumnya. Kali ini, cerita berpusat pada misteri yang terjadi di sebuah lokasi angker di Jawa, di mana Cinta memerankan tokoh utama sebagai Alma yang harus menghadapi konflik batin dan ketegangan supernatural. Kemampuan bahasa Jawa yang ditampilkan oleh Cinta memberikan warna tersendiri dalam pengembangan karakter dan membangun suasana lokal yang kuat.

  1. Ragam Dialek Bahasa Jawa

Cinta Laura mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan terlibat dalam film PANGGONAN WINGIT 2: MISS K, yang memberikan pengalaman unik dalam mempelajari bahasa Jawa. Ia mengaku baru menyadari keragaman dialek bahasa Jawa setelah mendalami perannya di film ini.

"Aku bersyukur dengan project ini, karena dari project ini aku baru benar-benar tahu bahwa bahasa Jawa itu sangat beragam. Orang yang berbahasa Jawa di Jawa Tengah memiliki dialek yang berbeda dengan Jawa Timur," ujar Cinta saat ditemui dalam penayangan perdana film tersebut di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2024) lalu.

Bagi Cinta, pengalaman ini tidak hanya memperkaya pengetahuannya tentang budaya lokal, tetapi juga menjadi tantangan baru yang menambah nilai dalam karier aktingnya. Penampilannya yang fasih berbahasa Jawa menjadi sorotan dan menambah nuansa autentik dalam film bergenre horor ini.

  1. Datangkan Pelatih

Cinta Laura mengungkapkan bahwa tim produksi PANGGONAN WINGIT 2: MISS K memberikan perhatian besar pada keaslian dialog dalam film. Salah satu langkah yang diambil adalah menghadirkan pelatih khusus untuk membimbing para pemain, termasuk dirinya, agar mampu menguasai bahasa Jawa dengan baik.

"Di film ini, kita didatangkan coach (pelatih) bahasa Jawa yang kata-katanya dikurasi agar kata yang diucapkan memang bahasa Jawa yang dari Jawa Timur," ucap Cinta Laura.

Menurut Cinta, pelatihan ini sangat membantu dirinya mendalami peran dan memberikan penampilan yang lebih autentik. Usaha ini sekaligus menunjukkan komitmen tim produksi dalam menghadirkan film yang tidak hanya menarik secara cerita, tetapi juga akurat secara budaya. Penonton diharapkan bisa merasakan nuansa lokal yang kental melalui dialog dan penggambaran latar dalam film ini.

  1. Belajar Bahasa Jawa

Cinta Laura berbagi pengalaman menariknya dalam mempelajari bahasa Jawa selama proses produksi film PANGGONAN WINGIT 2: MISS K. Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak memulai dari nol dalam mempelajari bahasa tersebut, melainkan menyesuaikan dialog yang sudah disiapkan agar sesuai dengan dialek Jawa Timur.

"Aku belajar bahasa Jawanya nggak dari nol ya, bukan kayak orang belajar bahasa baru, tapi dengan dialog yang sudah ada kita adjust dengan bahasa Jawa Timur. Dari situ aku mempelajari kata per kata bagaimana mengucapkannya dengan baik dan benar," sambungnya.

Pendekatan ini tidak hanya membantunya memahami bahasa, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mendalami karakter yang diperankannya. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan penampilan yang autentik dan mampu merepresentasikan budaya lokal dengan lebih kuat di film tersebut.

Cinta Laura berhasil menunjukkan dedikasi dan bakatnya dengan tampil fasih berbahasa Jawa dalam film terbarunya, PANGGONAN WINGIT 2: MISS K.

Profil Cinta Laura

  1. Masa Kecil dan Pendidikan Cinta Laura

Cinta Laura Kiehl lahir pada 17 Agustus 1993 di Quakenbrück, Jerman. Sejak kecil, ia mengikuti sang ayah, Michael Kiehl, yang bekerja sebagai General Manager di Grand Hyatt Hotel, berpindah-pindah negara.

Pendidikan dasarnya ia tempuh di berbagai negara sebelum akhirnya menetap di Indonesia saat remaja dan mengenyam pendidikan di Jakarta Intercultural School (JIS). Meskipun berasal dari keluarga berkecukupan, Cinta dibesarkan dengan pola asuh disiplin, ia harus menyelesaikan pekerjaan rumah sebelum menerima uang jajan.

  1. Awal Karier di Dunia Hiburan

Cinta mulai menarik perhatian publik saat menjadi finalis Top Model 2006 di usia 13 tahun. Keikutsertaannya di ajang ini membuka pintu menuju dunia sinetron dengan peran perdananya di Cinderella (Apakah Cinta Hanyalah Mimpi?) pada tahun 2007.

Karakter dan logat unik Cinta yang mencampur bahasa Indonesia dan Inggris menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton dan membuat popularitasnya meroket.

  1. Sukses di Bidang Musik dan Film

Kesuksesan Cinta tak hanya di layar kaca. Ia merambah dunia musik dengan lagu-lagu hit seperti Oh Baby dan Cinta atau Uang. Kolaborasinya dengan berbagai musisi, seperti Guy Sebastian dalam lagu Who’s That Girl, menjadi bukti kiprahnya di industri internasional. Cinta juga membintangi film The Philosophers yang syutingnya dilakukan di luar negeri dengan aktor-aktor mancanegara.

  1. Fokus pada Pendidikan dan Aktivisme

Di balik ketenarannya, Cinta selalu mengutamakan pendidikan. Ia berhasil menyelesaikan studi di Columbia University dengan dua gelar sarjana, yakni Psikologi dan Sastra Jerman. Kepeduliannya terhadap isu sosial membawanya terjun sebagai aktivis dan duta untuk berbagai kampanye, termasuk anti-kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kesadaran tentang HIV/AIDS. Pada tahun 2019, ia didapuk Kementerian PPPA sebagai Duta Anti-Kekerasan.

Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.