05 April 2025

Get In Touch

7 Tips Menghindari FOMO di Era Tren Tiada Hentinya

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA (Lenteratoday) - Sebagai generasi yang tumbuh di tengah kemajuan internet dan digital, kita menjadi sangat terbiasa dengan teknologi yang semakin canggih. Terutama, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. FOMO (Fear of Missing Out) atau ketakutan akan ketinggalan sesuatu seringkali membuat kita merasa harus mengikuti setiap tren yang ada.

FOMO merupakan dampak langsung dari kemajuan teknologi, khususnya media sosial. Remaja yang kesepian dan stres akan lebih memilih menghabiskan waktunya dirumah dengan mengakses media sosial. Rata-rata waktu penggunaan mingguan pada remaja yang cenderung cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak sendirian. Mereka cenderung lebih senang berinteraksi secara virtual. Menurut sebuah studi dari University of Pennsylvania, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan perasaan cemas dan ketidakpuasan hidup.

Gengsi adalah faktor utama yang memperparah fenomena FOMO. Dalam banyak kasus, orang melakukan sesuatu bukan karena mereka benar-benar menyukai atau membutuhkan, tetapi lebih karena mereka tidak ingin terlihat kurang dari orang lain. Misalnya, seseorang mungkin membeli tiket konser mahal atau barang mewah hanya untuk dipamerkan di media sosial. Hal ini sering kali dilakukan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain, meskipun harus mengeluarkan uang yang lebih besar.

Selain gengsi, ego juga memainkan peran besar dalam fenomena FOMO. Ego sering kali mendorong kita untuk ingin diakui dan dihargai oleh orang lain. Ketika kita melihat orang lain menikmati hidup mereka dengan berbagai kegiatan menarik, ego kita terdorong untuk melakukan hal yang sama agar mendapatkan pengakuan serupa.

Dari faktor pendorong tersebut kita bisa melihat bagaimana FOMO berpengaruh besar pada remaja. Berikut adalah 7 tips untuk menghindari FOMO dan tetap fokus pada apa yang benar-benar penting bagi kita.

Tentukan Prioritas Pribadi

Langkah pertama untuk menghindari FOMO adalah dengan menetapkan prioritas dalam hidup. Ketahui apa yang penting bagi diri kamu—baik itu karier, hubungan, kesehatan, atau hobi, dan fokuslah pada hal-hal ini. Dengan memiliki tujuan yang jelas, kamu akan lebih mudah menghindari godaan untuk mengikuti tren hanya karena merasa terpaksa atau takut ketinggalan.

Kurangi Waktu di Media Sosial

Media sosial sering menjadi penyebab utama FOMO. Lihat saja semua orang yang memamerkan pencapaian mereka, tren terbaru, atau gaya hidup glamor. Jika kamu merasa terganggu, coba kurangi waktu yang kamu habiskan di platform tersebut. Mengatur waktu atau bahkan menghapus aplikasi sementara dapat membantu mengurangi rasa FOMO dan memberi ruang untuk fokus pada aktivitas yang lebih bermanfaat.

Fokus pada Pengembangan Diri

Daripada terpaku pada tren yang sedang viral, alihkan perhatianmu pada pengembangan diri. Ambil waktu untuk belajar hal baru, mengejar keterampilan, atau membaca buku yang memberikan nilai lebih. Fokus pada peningkatan diri sendiri akan memberi rasa puas dan mengurangi kekhawatiran tentang hal-hal eksternal yang tidak relevan dengan tujuan hidupmu.

Bersyukur dengan Apa yang Kamu Miliki

Kebanyakan FOMO muncul karena kita merasa tidak cukup atau tidak memiliki apa yang dimiliki orang lain. Mulailah berlatih untuk bersyukur dengan apa yang sudah kamu punya. Fokus pada pencapaian dan kebahagiaan yang sudah kamu raih, bukan apa yang hilang atau yang belum tercapai. Dengan bersyukur, kamu akan lebih merasa puas dan kurang terpengaruh oleh tren yang datang dan pergi.

Ingatlah bahwa Tren Itu Sementara

Satu hal yang harus kamu ingat adalah bahwa tren datang dan pergi. Tidak ada tren yang bertahan selamanya. Apa yang populer hari ini mungkin sudah dilupakan besok. Dengan menyadari hal ini, kamu akan lebih mudah untuk tidak terjebak dalam tekanan untuk mengikuti tren hanya karena itu sedang ramai. Ketahui kapan waktu yang tepat untuk terlibat dan kapan waktunya untuk mengabaikan.

Tentukan Batasan dalam Mengikuti Tren

Jika kamu merasa tertarik dengan tren tertentu, tentukan batasan untuk dirimu sendiri. Misalnya, kamu bisa memutuskan untuk hanya mengikuti tren yang benar-benar kamu minati atau yang sesuai dengan tujuan pribadi kamu. Hindari mengikuti tren hanya karena tekanan sosial atau karena rasa ingin tahu. Dengan menetapkan batasan, kamu bisa menghindari rasa FOMO yang tidak perlu.

Berfokus pada Kegiatan yang Memiliki Nilai

Alih-alih terjebak dalam siklus mengikuti tren yang tidak ada habisnya, pilihlah kegiatan yang memberikan nilai dan dampak positif dalam hidupmu. Apakah itu menghabiskan waktu bersama keluarga, berolahraga, berkreasi, atau menjalani kegiatan yang meningkatkan kualitas hidup, fokus pada hal-hal ini akan memberi rasa puas yang lebih tahan lama daripada sekadar mengikuti tren.

FOMO seringkali disebabkan oleh tekanan eksternal yang berasal dari media sosial dan lingkungan sekitar. Namun, dengan memiliki prioritas yang jelas, bersyukur, dan berfokus pada pengembangan diri, kamu bisa menghindari rasa cemas tersebut. Ingat, hidup bukan tentang mengikuti tren, melainkan tentang hidup dengan tujuan dan apa yang kamu percayai sebagai hal yang terbaik untuk dirimu.

Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.