04 April 2025

Get In Touch

MotoGP 2024, Martin Percaya Diri Raih Gelas Juara Dunia, Bagnaia Ingin Menghadang

Pembalap Prima Pramac Jorge Martin (depan) memacu kecepatan motornya diikuti pembalap Red Bull GASGAS Tech3 Pedro Acosta saat berlaga dalam MotoGP Mandalika di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Minggu (29/9/2024). ANTARA
Pembalap Prima Pramac Jorge Martin (depan) memacu kecepatan motornya diikuti pembalap Red Bull GASGAS Tech3 Pedro Acosta saat berlaga dalam MotoGP Mandalika di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, NTB, Minggu (29/9/2024). ANTARA

SURABAYA (Lenteratoday) - Pembalap Prima Pramac Racing Jorge Martin percaya diri meraih gelar juara dunia MotoGP 2024 pada balapan mendatang di Grand Prix Malaysia, yang bergulir di Sepang, akhir pekan ini. Namun, Pembalap Ducati Lenovo Francesco Bagnaia ingin menghadang Martin mendapatkan gelar tersebut.

“Saya baik-baik saja, saya percaya diri, dan merupakan suatu keistimewaan untuk berada di sini bersama Pecco (Francesco Bagnaia), saya pikir saat ini cukup gila dengan motor kami yang setara, kembali berjuang untuk gelar juara di sini,” kata Martin, dikutip dari keterangan resmi MotoGP, Jumat (1/11/2024).

Dia pun menambahkan akan berjuang sampai akhir dengan segala yang dia miliki untuk timnya, kemudian untuk orang-orang dan untuk dirinya sendiri. Pembalap asal Spanyol itu pun mengaku memiliki mentalitas yang sama sekali berbeda dengan saat ia memperjuangkan gelar juara dunia tahun lalu.

“Tahun ini, tekanan itu masih ada, tetapi saya rasa saya lebih dewasa, dan kemarin (di Thailand), saya mampu menikmati momen itu. Saya tahu saya bisa kehilangannya (gelar juara) tetapi saya juga tahu saya mampu menang,” ungkap Martin.

Martin mengatakan bahwa tahun lalu kehilangan gelar. Meski demikian dia merasa bahwa semua masih baik baik saja dan tidak ada yang terjadi padanya. "Jadi ini bukan kiamat, jadi saya akan memberikan 100 persen kemampuan saya akhir pekan ini,” ujarnya menambahkan.

Di sisi lain, Manajer Tim Prima Pramac Racing Gino Borsoi mengaku bangga dengan Martin yang telah berjuang begitu keras hingga kembali menjadi pembalap utama untuk memperebutkan gelar juara dunia tahun ini.

“Bagian akhir musim ini, seperti tahun lalu, merupakan suatu keistimewaan untuk kembali bertarung dengan tim pabrikan, dan kami akan melakukan yang terbaik dalam dua balapan terakhir untuk meraih hasil terbaik,” kata Borsoi.

Lebih lanjut, Borsoi mengatakan tekanan yang kini dimiliki oleh Martin kurang lebih sama seperti tahun lalu, hanya saja kini ia dan tim telah belajar banyak mengenai bagaimana caranya mengendalikan tekanan tersebut di momen kritis.

“Saya pikir kami belajar banyak dari tahun lalu dan telah meningkat pesat dibandingkan tahun lalu. Kami mampu memahami apa yang kurang dan apa saja poin-poin penting untuk dapat berjuang demi gelar juara dunia,” ungkap Borsoi.

“Jorge tidak hanya meningkatkan mentalnya, tetapi saya juga meningkatkan mental saya. Itu adalah sesuatu yang harus ditingkatkan oleh setiap orang dalam situasi ini karena ketika momen-momen yang menegangkan tiba, Anda harus siap secara mental,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Bagnaia ingin mencoba lebih tenang demi menghadapi dan menghadang pesaing terdekatnya musim ini Jorge Martin untuk meraih gelar juara dunia. Bagnaia kini berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan margin 17 poin saja.

“Di satu sisi, saya harus cepat, tetapi saya juga tidak boleh membuat kesalahan. Saat ini, Jorge berada dalam situasi yang lebih baik dalam hal (perebutan gelar) juara, tetapi saya berada dalam situasi yang sama tahun lalu, dan saya merasa untuk perlu lebih tenang,” ungkap Bagnaia.

“Menjadi kompetitif dalam situasi itu sulit, tetapi saya pikir kami hanya perlu menikmati situasi dan bekerja seperti biasa,” ujarnya menambahkan.

Meski demikian, Bagnaia tak mengelak bahwa tekanan memang tidak bisa dihilangkan dalam situasi seperti ini. Terlebih, Bagnaia juga memiliki kesempatan untuk memperkecil jarak perolehan poinnya dengan Martin dan merebut gelar juara dunia untuk ketiga kalinya.

“Dalam hal tekanan, ya, tekanan selalu ada, tetapi rasanya menyenangkan berada dalam situasi seperti ini. Saya senang berada dalam situasi ini,” kata pembalap yang akrab disapa Pecco itu.

Sementara itu, Manajer Tim Ducati Lenovo Davide Tardozzi mengatakan pembalap dengan nomor motor #1 itu masih memiliki kepercayaan diri untuk kembali mengamankan gelar.

“Dia benar-benar percaya diri. Ia menyadari kemungkinan-kemungkinannya, dan kita akan lihat apa yang terjadi pada putaran terakhir,” kata Tardozzi.

“Kami akan berusaha keras untuk memenangkan kedua balapan akhir pekan ini, dan saya yakin Jorge (Martin) akan mencoba dan melakukan hal yang sama. Kami menghargai sikap Jorge saat memimpin kejuaraan dan juga sebagai pesaing yang tangguh seperti tahun lalu,” ujarnya menambahkan.

Bagi Tardozzi, Bagnaia kini telah tumbuh sebagai pembalap yang lebih dewasa seiring dengan pengalamannya untuk memperebutkan gelar tertinggi.

Ia mengatakan, sejak tahun 2021, saat ia kehilangan gelar dari Fabio Quartararo, Bagnaia mulai belajar bagaimana caranya mengelola situasi kritis dengan baik, sehingga kini ia menyandang dua gelar juara.

“Dua tahun terakhir telah membuktikan bahwa ia telah dewasa dan tumbuh… Akhirnya, ia telah membuktikan bahwa ia adalah seorang juara dunia dan ia bertarung melawan pembalap hebat seperti Jorge,” kata Tardozzi. (*)

Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.