
KEDIRI (Lenteratoday) - Kebutuhan air bersih warga Desa Pagung mulai terpenuhi. Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 Kodim 0809/Kediri bekerjasama dengan warga Desa Pagung Kecamatan Semen Kabupaten Kediri membuat tandon air.
Tandon yang digunakan untuk menydiakan air bersih untuk warga Desa Pagung ini bersumber dari sumur yang dibuat Satgas TMMD ke-122. Selain itu juga masih berupaya membuat satu sumur lagi yang masih dalam proses pengeboran.
Kepala Desa Pagung, Supriyadi menyatakan atas nama warga desa yang dipimpin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas bantuan yang diberikan melalui program TMMD ini. Menurutnya, sumur bor ini sangat membantu mengatasi masalah kekeringan yang sering melanda, terutama di musim kemarau.
“Kami sangat berterima kasih pembuatan sumur bor untuk kebutuhan air bersih, Ini akan sangat membantu warga kami, yang sering kesulitan air saat musim kemarau tiba. Dengan adanya program TMMD ke-122 Kodim 0809/Kediri ini, harapan kami, Desa Pagung bisa menjadi lebih mandiri dan masyarakatnya semakin sejahtera." ungkapnya,
Tidak hanya pemerintah desa yang menyambut baik program ini, warga Desa Pagung juga merasakan manfaat dari adanya sumur air bersih siap minum, salah satu warga yang kesehariannya merasa terbantu dengan fasilitas air bersih ini adalah bapak Supingi.
“Saya sangat senang dengan adanya sumber air siap minum ini. Masyarakat juga menyambutnya dengan gembira, karena air ini gratis dan bisa diambil kapan saja, terutama saat ada kegiatan gotong royong. Airnya bagus dan semoga selalu ada untuk digunakan oleh warga,” ucapnya.

Selain itu masyarakat juga mendapat suguhan hiburan yang diadakan Satgas TMMD ke-122 Desa Pagung. Yakni menggelar juga menyaksikan pagelaran wayang Mbah Gandrung yang dimainkan dalang mbah Gani dengan judul "Minak Jinggo" bersama masyarakat desa setempat, Sabtu (19/10/2024) malam.
Rilis Bagian Penerangan TMMD ke-122, Minggu (20/10/24) menyebutkan, Bahkan Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-122 Letkol Inf Aris Setiawan SH meninjau dan turut menyaksikan langsung pagelaran wayang ini. Pagelaran ini menarik, pasalnya Wayang Mbah Gandrung hanya bisa dipentaskan setiap Suroan, atau jika ada orang yang mengundang karena sedang ada nazar yang harus dipenuhi
"Di TMMD 122 ini, kita juga ingin melestarikan budaya kearifan lokal yang ada di Desa Pagung agar lebih dikenal masyarakat luas, salah satunya wayang mbah Gandrung ini,” ujar Lekol Inf Aris Setiawan.
“Selain itu, berdasarkan infomasi dari masyarakat tempat/rumah yang digunakan untuk menyimpan wayang Mbah Gandrung ini pernah menjadi tempat bersejarah bagi TNI yaitu sebagai tempat singgah Panglima Besar Jenderal Sudirman saat melakukan perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia melawan penjajah," imbuhnya.
Sementara itu, Siswoyo, penanggung jawab Wayang Mbah Gandrung, mengungkapkan menurut cerita turun temurun nenek moyang, wayang Mbah Gandrung berasal dari gunung, dari sebuah kayu hanyut di sungai yang ditemukan para leluhur dulu. Wayang ini bukan wayang untuk hiburan tetapi wayang sakral khusus mengobati orang sakit atau orang minta pertolongan.
Umur Wayang ini sudah 9 turunan, kesakralan wayang Mbah Gandrung ini, jika diundang ke tempat lain tidak mau dinaikkan transportasi jenis apapun, harus jalan kaki dan tidak bisa menggunakan pengeras suara.
"Pernah suatu ketika diundang ke tempat lain dinaikkan kendaraan tapi kendaraan gak mau menyala," ungkapnya.
Lebih lanjut, Siswoyo mengatakan wayang ini terbuat dari kayu, wayang ini bukan dibuat tetapi saat ditemukan sudah berupa wayang di dalam sebuah kayu.
"Pagelaran wayang mbah Gandrung yang digelar kali ini untuk mendoakan pelaksanaan TMMD 122 Kodim 0809/Kediri yang dilaksanakan di Desa Pagung ini berjalan lancar sesuai harapan" ujarnya. (*)
Reporter: Gatot Sunarko/rls | Editor : Lutfiyu Handi