05 April 2025

Get In Touch

Tingkatkan Daya Saing Batik Daerah, Pemkab Lamongan Gelar Oktoberbatik 2024

Salah satu peserta peragaan busana (fashion show) batik khas daerah Lamongan, Jawa Timur pada event Oktoberbatik 2024, Minggu, (20/10/2024). (HO - Kominfo Lamongan)
Salah satu peserta peragaan busana (fashion show) batik khas daerah Lamongan, Jawa Timur pada event Oktoberbatik 2024, Minggu, (20/10/2024). (HO - Kominfo Lamongan)

LAMONGAAN (Lenteratoday) - Untuk meningkatkan daya saing ekonomi serta menjaga dan melestarikan batik khas daerah, Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekrasnada) menyelenggarakan acara Oktoberbatik 2024 di Sport Center Lamongan (SCL), Jawa Timur, Minggu (20/10/2024).

Plt Bupati Lamongan Abdul Rouf di Lamongan mengatakan bahwa Oktoberbatik 2024 merupakan satu event untuk meningkatkan daya saing batik Lamongan, menjaga dan melestarikanya sebagai salah satu kekayaan budaya khas daerah. "Dalam upaya itu, diperlukan kegiatan-kegiatan yang dapat memicu munculnya karya-karya segar dan unik," ujarnya, Minggu (20/10/2024).

Pemkab setempat juga berkeinginan agar event tersebut dijadikan sarana atau ajang untuk mengekspos dan mengeksplor ragam potensi batik khas daerah dengan melombakan desain motif batik untuk kategori umum dan kategori pelajar.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kabupaten Lamongan, Anang Taufik menjelaskan dalam Oktoberbatik 2024 pada peragaan busana batik khas Lamongan yang dikenakan para peserta juga berasal dari lembaran kain batik yang dirangkai atau tanpa dijahit dan dijadikan busana yang menawan.

"Alhamdulillah ini adalah upaya kami dalam melestarikan budaya batik khas daerah," ujarnya.

Pelestarian batik sedang menjadi fokus pemerintah setempat lantaran Kabupaten Lamongan memiliki sentra industri batik Sendang di Desa Sendangagung dan Sendangduwur, Kecamatan Paciran. Di dua desa tersebut setidaknya ada sekitar 200 orang yang terlibat dalam produksi batik.

Sebagaimana diketahui, terdapat tiga kategori lomba pada peragaan busana (fashion show) yakni mulai pelajar usia 13 sampai 17 tahun, antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga untuk peserta big size 80 kilogram ke atas.

Pada kesempatan yang sama juga disediakan pameran batik yang menampilkan karya terbaik dari 13 brand ternama di Lamongan. (*)

Sumber : Antara | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.