
SURABAYA (Lenteratoday) – Keberhasilan Kontingen Jawa Timur meraih posisi ketiga di bawah Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam PON XXI Aceh-Sumut 2024 menjadi kebanggaan tersendiri. Meski dengan anggaran yang terbatas, Jatim berhasil membawa pulang 122 medali emas.
Melihat itu, DPRD Jawa Timur menilai untuk meraih prestasi yang lebih baik di PON mendatang, diperlukan tambahan anggaran yang signifikan.
Anggota Tim Monitoring dan Evaluasi PON XXI, Kodrat Sunyoto menyatakan, meskipun prestasi Jatim di PON XXI sudah sangat baik, anggaran yang diberikan untuk kontingen ini masih jauh dari memadai. Menurutnya, Jawa Timur hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 250 miliar. Jumlah yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan provinsi lain seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat yang memiliki dana lebih besar.
"Meski dengan anggaran yang lebih rendah, Jatim mampu meraih lebih dari 100 medali emas, ini prestasi luar biasa. Namun, untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi ini di PON berikutnya, Jatim membutuhkan tambahan anggaran," ujar Kodrat, Kamis (19/9/2024).
Anggota DPRD Jatim itu menegaskan, pencapaian prestasi di ajang olahraga seperti PON tidak bisa diraih secara instan. Ia menyarankan agar Pemprov Jatim bersama DPRD lebih memperhatikan alokasi anggaran untuk olahraga. Terutama untuk persiapan jangka panjang melalui pemusatan latihan daerah (puslatda).
"Tanpa dukungan anggaran yang cukup, prestasi akan sulit dipertahankan. Perlu ada komitmen untuk memberikan anggaran yang setara dengan provinsi lain yang lebih besar," terangnya.
Selain itu, Politisi Golkar tersebut juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur olahraga yang memadai di Jawa Timur. Menurutnya, sport center dan fasilitas olahraga lainnya harus segera dibangun untuk mendukung pembinaan atlet muda dan meningkatkan prestasi olahraga di tingkat nasional.
"Pembangunan sport center harus dimulai dari sekarang, agar kita tidak tertinggal dalam hal fasilitas olahraga yang modern dan memadai," ungkapnya.
Lebih lanjut, Kodrat memberikan catatan penting terkait pembenahan organisasi cabang olahraga (cabor) di bawah naungan KONI Jawa Timur. Ia menekankan bahwa peningkatan prestasi harus didukung oleh pengelolaan organisasi yang lebih profesional, termasuk dengan memanfaatkan teknologi olahraga modern dan meningkatkan kerjasama dengan pihak luar negeri untuk program training camp.
Reporter: Pradhita / Co-Editor: Nei-Dya