06 April 2025

Get In Touch

Studi Baru: Ada Kaitan antara Hobi Bersolek dengan Gangguan Kepribadian Narsistik dan Psikopat

Ilustrasi riasan wajah yang tebal (Shutterstock)
Ilustrasi riasan wajah yang tebal (Shutterstock)

SURABAYA (Lenteratoday) -Sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan dalam Archives of Sexual Behavior mengungkap hubungan antara penggunaan riasan atau make up dengan ciri-ciri kepribadian di kalangan wanita.

Penelitian tersebut menemukan, wanita yang lebih banyak menggunakan riasan cenderung mendapat skor lebih tinggi dalam ciri-ciri seperti narsistik dan kepribadian yang ekstrovert.

Wanita yang mengenakan riasan sering kali dianggap lebih menarik, feminin, dan dominan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi interaksi sosial mereka.

Sementara itu, wanita yang mendapat skor lebih tinggi dalam sifat "psikopat", cenderung menggunakan lebih sedikit riasan dalam berbagai situasi.

Kebiasaan merias diri berkaitan dengan kepribadian

Dilansir dari Psypost, ciri-ciri kepribadian, khususnya yang terkait dengan narsistik, kepribadian ekstrovert, dan ciri-ciri dalam apa yang disebut "triad gelap" (narsistik, machiavellianisme, dan psikopat), telah dikaitkan dengan perilaku yang berupaya untuk meningkatkan penampilan.

Misalnya, individu narsis sering mencari kekaguman dan perhatian yang dapat menyebabkan penggunaan riasan yang lebih sering.

Di sisi lain, ciri-ciri psikopat yang dikaitkan dengan rendahnya perhatian terhadap norma sosial dan persepsi orang lain dapat mengakibatkan kurangnya perhatian terhadap penggunaan riasan.

Para peneliti bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan tersebut, serta bagaimana penggunaan riasan dapat berubah tergantung pada situasi sosial yang berbeda.

"Kami mengamati dalam penelitian sebelumnya ada banyak wanita yang menggunakan sedikit atau tidak sama sekali riasan, sementara ada yang sering menggunakan banyak riasan," kata penulis penelitian Anthonieta Looman Mafra, seorang peneliti pascadoktoral dalam Psikologi Eksperimental di Universitas Sao Paulo, Brasil.

Ia kemudian mempertanyakan, mungkinkah riasan berkaitan dengan kepribadian, di mana wanita yang ekstrovert akan menggunakan lebih banyak riasan atau mungkinkah riasan terkait dengan situasi sosial.

Studi itu melibatkan 1.410 wanita Brasil yang disurvei tentang ciri-ciri kepribadian dan kebiasaan berdandan mereka.

Peserta menyelesaikan beberapa kuesioner yang mengukur ciri-ciri kepribadian mereka, terutama berfokus pada ciri-ciri ekstrovert, mudah bergaul, neurotisme, ketelitian, keterbukaan, dan ciri-ciri triad gelap.

Peserta juga ditanyai tentang kebiasaan merias wajah mereka dalam berbagai konteks, seperti seberapa sering mereka memakai riasan di rumah, saat berolahraga, di tempat kerja, atau saat bertemu orang baru.

Mereka juga dinilai soal berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk merias wajah, berapa banyak uang yang dihabiskan untuk membeli kosmetik setiap bulan, dan seberapa sering mereka menggunakannya.

"Studi menunjukkan, sebagian besar wanita menggunakan lebih sedikit riasan saat mereka sendirian dan lebih banyak riasan saat mereka berada di lingkungan sosial, dengan situasi di mana mereka menggunakan riasan paling banyak adalah saat kencan pertama,” jelas Mafra.

Hasil penelitian

Salah satu hasil yang paling konsisten adalah hubungan positif antara narsistik dan penggunaan riasan.

Wanita yang mendapat skor lebih tinggi dalam narsistik cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk merias wajah dan menginvestasikan lebih banyak uang untuk kosmetik.

Wanita-wanita ini juga memodulasi penggunaan riasan mereka secara signifikan di berbagai lingkungan sosial, mengenakan lebih banyak riasan dalam situasi di mana mereka akan bertemu orang baru dan mencoba membuat kesan yang baik, seperti pada kencan pertama.

Wanita ekstrovert, yang dikenal karena keramahan dan preferensi mereka untuk menjadi pusat perhatian, juga cenderung menghabiskan lebih banyak uang untuk riasan.

Mereka sering menggunakan riasan untuk menonjolkan kepribadian mereka yang supel, yang membantu mereka lebih percaya diri dalam interaksi sosial.

Namun, orang ekstrovert tidak menunjukkan banyak variasi dalam penggunaan riasan di berbagai situasi dibandingkan dengan individu narsis.

Di sisi lain, wanita yang mendapat skor lebih tinggi dalam sifat psikopat ditandai oleh impulsivitas dan kurangnya kepedulian terhadap orang lain.

Mereka cenderung memiliki kebiasaan merias wajah yang lebih stabil di berbagai konteks sosial, terlepas di mana mereka berada.

Wanita-wanita ini mempertahankan tingkat penggunaan riasan yang konsisten yang biasanya lebih rendah daripada wanita yang memiliki tingkat narsistik tinggi.

Temuan ini menunjukkan, wanita dengan ciri-ciri psikopat mungkin tidak menggunakan riasan sebagai alat untuk menampilkan diri atau memanipulasi dalam konteks sosial sebanyak yang dilakukan tipe kepribadian lainnya.

"Saya tidak menduga akan menemukan perbedaan dalam penggunaan riasan di antara orang-orang dengan ciri-ciri psikopat," kata Mafra.

"Tapi penting untuk ditekankan, bahwa bukan berarti jika seseorang tidak memakai riasan, maka mereka menjadi psikopat," tambahnya.

Riasan memberikan rasa aman bagi beberapa indvidu

Temuan menarik lainnya menunjukkan, wanita dengan tingkat neurotisisme tinggi, yang lebih rentan terhadap ketidakstabilan emosi dan kecemasan, juga menunjukkan perbedaan yang lebih besar dalam penggunaan riasan tergantung pada konteksnya.

Seperti wanita dengan sifat narsistik, mereka cenderung menggunakan lebih banyak riasan dalam situasi sosial dan jauh lebih sedikit saat sendirian, yang mungkin menunjukkan bahwa riasan memberi mereka rasa kendali dan keamanan dalam situasi sosial.

"Orang-orang dengan sifat narsis dan neurotik yang lebih menonjol menunjukkan perbedaan yang lebih besar dalam jumlah riasan yang mereka gunakan dalam situasi sosial yang berbeda,” kata Mafra.

Peserta melaporkan penggunaan riasan mereka dalam situasi sosial yang berbeda dibandingkan dengan penggunaan normal mereka, tetapi persepsi pihak ketiga mungkin berbeda.

Misalnya, seorang wanita yang tidak pernah memakai riasan mungkin menganggap bahwa ia menggunakan banyak riasan saat pergi keluar untuk bertemu teman-teman, tetapi teman-teman tersebut mungkin menganggap bahwa ia hanya memakai sedikit riasan.

Penelitian di masa mendatang dapat menanyakan bagaimana teman, keluarga, atau bahkan orang asing menilai penggunaan riasan seorang wanita dalam situasi yang berbeda dan membandingkan persepsi ini dengan penilaian diri wanita itu sendiri (*)

Sumber: Kompas|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.