06 April 2025

Get In Touch

Tim Dosen UC Angkat Budaya Khas Danau Toba dalam Desain Busana

Tim dosen UC saat menampilkan koleksi busana yang terinspirasi dari Danau Toba dalam gelaran Surabaya Fashion Parade.
Tim dosen UC saat menampilkan koleksi busana yang terinspirasi dari Danau Toba dalam gelaran Surabaya Fashion Parade.

SURABAYA (Lenteratoday) - Tim dosen Universitas Ciputra (UC) Surabaya baru saja merancang desain baju yang terinspirasi dari Desa Lumban Suhi-Suhi, Danau Toba.

Menariknya, rancangan karya Dr. Astrid Kusumowidagdo, Enrico Ho dan Melania telah dipamerkan dalam gelaran Surabaya Fashion Parade 2024 di Tunjungan Plaza Surabaya.

Enrico Ho mengatakan dalam desain baju yang ia rancang, ia mengambil tema ‘TOBA: AESTHETIC LEGACY’. Tema tersebut diusung sebagai implementasi nilai-nilai lokal seperti Keindahan Danau Toba yang merupakan salah satu destinasi wisata yang kental dengan budaya dan diwariskan secara turun-temurun. 

Tak hanya itu, ia juga menggunakan desain Rumah Adat Bolon yang merupakan rumah tradisional warga lokal di Samosir dalam merancang koleksi Ready to Wear Deluxe kontemporer.

"Jadi ada motif ukiran (disebut juga gorga) di setiap rumah adat Bolon penuh dengan arti filosofi. Ada juga motif yang diaplikasikan pada koleksi seperti gorga boraspati yang digambarkan seperti cecak/kadal dengan ekor bercabang memiliki filosofi kekuatan pelindung manusia dari mara bahaya dan juga pelindung harta," tuturnya, Selasa (27/8/2024).

Selain itu, ada Gorga Singa-Singa yang digambarkan seperti manusia yang sedang berjongkok diartikan berwibawa (memiliki charisma). Motif-motif ini di tata sehingga terlihat kontemporer, dengan paduan warna hitam, krem / gold, dan merah, dilengkapi tekstil ulos sebagai aksen pada beberapa bagian busana.

"Koleksi ini adalah koleksi yang mengenalkan budaya Batak bukan hanya ulos seperti yang telah banyak dikenal masyarakat luas namun menjadi produk fashion yang stylish dan marketable. Enrico menjelaskan bahwa ada 10 karya untuk Surabaya Fashion Parade 2024 dan 10 karya lagi utk festival Hitado Hutaraja di 2 November 2024 nanti," jelasnya.

Sementara itu, Astrid mengungkapkan, jika ia dan Melani mendesain barang-barang yang menggabarkan kearifan local menjadi produk apik seperti sepatu, handbag, asesoris, baju. 

"Dengan adanya koleksi ini harapannya dapat meningkatnya industri kreatif dapat meningkatkan pariwisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga desa. Hal serupa juga menjadi harapan dari Raja Simarmata," tukasnya. (*)

Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.