
SURABAYA (Lenteratoday) - Surabaya Fashion Parade (SFP) kembali digelar di Convention Center & Atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya. Tahun ini, pagelaran fesyen bergengsi yang digelar pada 21-25 Agustus 2024 ini mengusung tema
“AVANTECH”.
Founder SFP Dian Apriliana Dewi mengatakan, tema tersebut dipilih karena menggambarkan kemajuan teknologi dalam dunia fashion.
"Dengan partisipasi dari berbagai desainer terkemuka, industri teknologi, inovator lokal, dan insan mode, SFP ke-17 menawarkan wadah bagi para creator untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dalam desain busana dengan setting spektakuler," ucap Dian, Kamis (22/8/2024).
Dian menjelaskan, dalam SFP ini juga pihakmya terus mengkampanyekan bagaimana fashion, teknologi, dan praktik keberlanjutan dapat bersinergi dalam industri ini.
"Desain fashion yang dapat memanfaatkan teknologi terbaru dalam menghasilkan karya yang tidak hanya menawan, tetapi juga ramah lingkungan adalah komitmen yang terus digaungkan SFP," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Designer Indonesia Fashion Chamber (IFC) Dibya Hody mengungkapkan, dipilihmya tema SFP tahun ini diambil dari buku tren fashion berdasarkan lembaga riset fashion IFC.
"Jadi buku ini sebagai panduan desainer Indonesia.
Kita bikin buku tren sendiri karena buku tren yang dikeluarkan lembaga di luar negeri harganya cukup tinggi," ungkapnya.
Ia menuturkan, hadirnya teknologi saat ini yang semakin canggih tidak dapat dihindari. Untuk itu, ia meminta para desainer agar berompromi dengan teknologi terutama AI dalam pembuatan desainnya.
"Misal untuk membuat desain, konsep kita bisa minta bantuan AI agar lebih cepat. Anak-anak yang lebih muda kita kenalkan lebih dini dengan teknologi karena mereka juga dekat dengan teknologi. Harapannya, kita berusaha menggabungkan kecanggihan teknologi baik dalam pembuatan kain maupun sisi desain yang mampu diterima masyarakat," tukasnya. (*)
Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi