04 April 2025

Get In Touch

Tingginya Kasus Remaja Putri Anemis Jadi Perhatian Serius Pemkab Kediri

Bunda Genre Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito memberikan paket gizi secara simbolis kepada siswi SMA Negeri 1 Wates
Bunda Genre Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito memberikan paket gizi secara simbolis kepada siswi SMA Negeri 1 Wates

KEDIRI (Lenteratoday)- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri 2023-2024 melakukan skrening terhadap 16.611 remaja putri. Hasilnya 20,13 persen atau 3.343 menderita anemis.

Hal itu mengundang keprihatinan Bunda Generasi Berencana (Genre) Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito.

Menurut istri Bupati Hanindhito Himawan Pramana ini remaja penderita anemia dapat menyebabkan risiko seperti gangguan pertumbuhan, gangguan konsentrasi dan mereka yang masih mengenyam pendidikan dapat mengganggu prestasi belajar.

Anemia atau yang biasa dikenal kurang darah ini disebabkan kurang pengetahuan mengenai pentingnya kebutuhan gizi seimbang, seperti asupan zat besi dalam makanan.

"Saat ini banyak asupan makanan para remaja berantakan, asupan gizi tidak lengkap, misal protein kurang juga tidak begitu suka makan sayur," kata wanita yang akrab disapa Mbak Cicha ini, Rabu (14/8/24).

Berkaca pada hal itu, Pemkab Kediri melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak(DP2KB-P3A) menggencarkan acara edukasi gizi dan pencegahan anemia pada remaja putri.

Pada acara yang digelar di SMA Negeri 1 Wates, Mbak Cicha menyarankan remaja untuk memenuhi asupan gizi seimbang dan mengandung asupan zat besi. Antara lain dengan mengkonsumsi sayuran hijau termasuk buah.

"Makanan yang dikonsumsi harus real food, benar-benar dimasak dari bahan mentah menjadi makanan sehat," ungkapnya.

Acara edukasi gizi dan pencegahan anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Wates itu, selain dihadiri Mbak Cicha, juga Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa. Dalam acara itu, juga diberikan paket gizi kepada remaja putri.

Mbak Dewi sapaan akrab Dewi Mariya Ulfa mengatakan, dari 1,6 juta penduduk Kabupaten Kediri, sebanyak 30 persen merupakan Gen Z (kelahiran antara 1997-2012).

Salah satu perhatian Pemkab Kediri bagaimana menyiapkan Generasi Z ini menjadi SDM berkualitas menuju Indonesia emas, 2045. Selain kesehatan, pemerintah daerah juga memperhatikan sektor pendidikan dengan program beasiswa. "Tantangan ke depan akan lebih besar," tambahnya.

Reporter: Gatot Sunarko|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.