04 April 2025

Get In Touch

European Super League Diizinkan Bergulir, Sikap Klub Terbelah

European Super League Diizinkan Bergulir, Sikap Klub Terbelah

LUKSEMBURG ( Lenteratoday)- Pengadilan Uni Eropa (ECJ) di Luksemburg memutuskan tindakan UEFA untuk melarang adanya kompetisi European Super League bersifat ilegal. Dengan demikian, sejak berlakunya keputusan ini, pada Kamis (21/12/2023), A22 Sports bisa menggelar ajang tersebut.

UEFA dan FIFA memang sejak awal sudah langsung bersikap keras terhadap ide Super League saat diumumkan pada April 2021 silam.

Pelarangan itu disebut sebagai bentuk kesewenangan dan upaya memonopoli. Mengingat penyelenggaraan kompetisi sepakbola merupakan aktivitas ekonomi, oleh karena itu harus digarap dengan prinsip kebebasan.

Sejumlah klub merespons dengan menyatakan penolakan terhadap Super League. Mereka tegas menyatakan tetap ingin berada di bawah payung UEFA dan FIFA.

"Manchester United tetap berkomitmen untuk bermain di kompetisi yang diselenggarakan UEFA meskipun ada putusan pengadilan Uni Eropa pada Kamis yang mengatakan badan sepak bola Eropa dan FIFA melanggar hukum Uni Eropa dengan mencegah pembentukan Super League," kata United dalam sebuah pernyataan, dikutip dari ESPN, Jumat (22/12/2023).

"Posisi kami tidak berubah. Kami tetap berkomitmen penuh untuk berpartisipasi dalam kompetisi UEFA, dan menjalin kerja sama positif dengan UEFA, Liga Primer, dan sesama klub melalui ECA untuk kelanjutan pengembangan sepak bola Eropa," pernyataan lanjutan dari United.

Manchester City menyatakan hal serupa. Rival United ini menegaskan tetap pada posisi saat ini.

"Manchester City mengonfirmasi 2021 telah secara resmi menarik diri dari grup yang mengembangkan rencana pembetukan European Super League,” kata City dalam sebuah pernyataan.

"Posisi kami tidak berubah. Kami tetap berkomitmen terhadap nilai-nilai sepak bola Eropa, dan kami akan terus bekerja sama dengan sesama klub melalui ECA dan berpartisipasi dalam kompetisi UEFA," tegas juara bertahan Liga Champions itu.

Berlanjut ke Inter Milan, penegasan serupa juga disampaikan. Inter menyatakan, kesejahteraan sepak bola Eropa pada masa depan hanya dapat terjamin jika klub-klub bekerja sama melalui ECA, dalam kemitraan dan kolaborasi dengan UEFA dan FIFA.

"Sebagai sebuah Klub, kami tetap berkomitmen terhadap nilai-nilai yang mendasari model olahraga Eropa dan bekerja melalui ECA bersama sesama klub untuk menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut," kata Nerazzurri dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Football Italia.

Bayern Munchen juga demikian, menolak adanya ESL. "Bundesliga menjadi fondasi FC Bayern, sama seperti semua liga nasional menjadi fondasi klub-klub sepak bola Eropa," kata klub tersebut, dikutip dari ESPN.

"Oleh karena itu, sudah menjadi tugas dan keyakinan mendalam kami untuk memperkuatnya, bukan melemahkan. Kami juga mendukung kompetisi antarklub Eropa di bawah payung UEFA. Jadi sekali lagi sangat jelas, pintu Liga Super di FC Bayern tetap tertutup," tegas FC Bayern.

Tak ketinggalan Paris Saint Germain, Atletico Madrid, AS Roma, juga Chelsea. Semua menyuarakan hal serupa, tetap mendukung UEFA dan FIFA dengan kompetisi antarklubnya.

Bos Super League: Monopoli Berakhir

Apapun itu, putusan Pengadilan Uni Eropa menjadi dorongan besar buat Super League. Real Madrid, yang masih mengusung ide ini bersama Barcelona, menyebut kini klub bebas menentukan nasibnya.

Perusahaan pengusung Super League, A22, percaya kompetisi baru akan memenangkan hati para suporter lewat turnamen yang lebih kompetitif. Mereka juga menjanjikan kompetisi ini gratis untuk ditonton.

"Inilah yang membuat proposal ini sangat berpusat pada suporter dan begitu menarik buat setiap penggemar," ungkap CEO-nya Bernd Reichart kepada Reuters.

Lebih jauh soal putusan Pengadilan Uni Eropa, Reichart menyebutnya sebagai akhir dari monopoli UEFA. Kini klub-klub tak perlu merasa takut dan khawatir lagi.

"Kami sudah memenangkan hak untuk bersaing. Monopoli UEFA berakhir. Sepakbola terbebas. Sekarang klub-klub tak akan menghadapi ancaman dan hukuman. Mereka bebas menentukan masa depan sendiri," ujarnya seperti dikutip ESPN.

Sumber: ESPN,reuters/Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.