06 April 2025

Get In Touch

DSF ke-8 Usung Tema Brantas Beyond Infinity, Bunda Fey Jadi Model Dadakan

Bunda Fey, (busana dengan ikat pinggang) bergandengan tangan dengan para perancang yang ikut ambil bagian melambaikan tangan ke arah penonton di akhir acara peragaan.
Bunda Fey, (busana dengan ikat pinggang) bergandengan tangan dengan para perancang yang ikut ambil bagian melambaikan tangan ke arah penonton di akhir acara peragaan.

KEDIRI (Lenteratoday) - Dhoho Street Fashion (DSF) ke-8 2023 mengusung tema Brantas Beyond Infinity. Acara tersebut digelas di bantaran Sungai Brantas, Sabtu (14/9/2023) malam. Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Kota Kediri Ferry Siliviana Feronica Abu Bakar, istri Wali Kota Abu Bakar menjadi model dadakan.

Wanita yang mampu bersepeda dengan melibas beribu kilometer ini berjalan bersama para model lain di atas catwalk dengan temaram pendaran lampu warna biru. Dia mengenakan busana tenun ikat Kediri karya desainer ternama Eko Tjandra.

"Tak terasa DSF sudah kali ke-8 diselenggarakan. Setiap tahun kami mengangkat tema yang berbeda dan juga selalu mengeksplor venue yang tidak pernah sama. Kita mencoba menggali apa kekayaan atau kecantikan yang dimiliki Kota Kediri,” Bunda Fey, sapaan akrab Ferry Silviana, ditemui usai turun catwalk.

“Ternyata terpikir kemarin adalah Taman Brantas. Kenapa Taman Brantas karena ini adalah tempat yang istimewa buat kota kita tercinta. Karena sebetulnya tidak banyak kota kota di Indonesia yang terbelah oleh sungai," imbuhnya.

Dia memapaparkan, tema yang diusung pada DSF kali ini sesuai tempat acara fesyen ini digelar. Bunda Fey juga menjelaskan makna dari tema yang diangkat dari gelaran ini bahwa Infinity artinya tanpa akhir.

Kebetulan juga ini merupakan DSF ke-8. Angka 8 jika posisinya horizontal adalah lambang ketakberhinggaan. Diharapkan even ini dapat memajukan tenun ikat Kediri dan bisa meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha di bidang tenun.

“Tenun ikat Kota Kediri terus digaungkan namanya, dipromosikan agar semakin dikenal oleh masyarakat luas. Apalagi tenun ikat merupakan aset dan warisan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga dengan baik. Salah satu caranya dengan even Dhoho DSF ini,” ujar Bunda Fey.

Event DSF ini menurut Bunda Fey, tidak lain dan tidak bukan untuk merayakan keberadaan tenun ikat yang merupakan warisan budaya, bukan produk diciptakan atas dasar aturan atau yang lain. Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka tenun ikat Kediri sudah ada dan memiliki perjalanan sangat panjang.

Paling istimewa sentra tenun ikat Kediri berada di Kelurahan Bandar Kidul ini, banyak sekali penenun dari kalangan anak muda. Hal itu sangat jarang dijumpai di tempat lain yang mayoritas penenun orang-orang yang sudah tua.

Lebih lanjut Ketua Dekranasda Kota Kediri ini berharap dengan regenerasi penenun dari kalangan orang tua ke anak-anak muda, bisa memunculkan minat para anak muda untuk mau bekerja di bidang tenun. Dengan begitu, produk warisan budaya Kota Kediri ini akan terus lestari.

Sementara itu, Wali Kota Kediri mengungkapkan DSF ini memiliki tujuan mempertahankan keunikan di tenun ikat Kediri. DSF ini nafasnya adalah kolaborasi antara Pemkot Kediri, desainer, perajin tenun dan juga anak-anak SMK.

Dengan begitu diharapkan acara ini bisa terus berlanjut dan tidak hanya didukung Pemkot Kediri melainkan bisa didukung BUMN, para pengusaha dan lainnya untuk melestarikan kain tenun wastra Nusantara yang ada di Kota Kediri ini.

Tenun Ikat Kediri ini sekarang sudah memiliki dampak. Wali Kota Kediri menjelaskan dampak tenun ikat semakin dikenal adalah banyak dari tokoh-tokoh penting di Indonesia maupun luar negeri yang menggunakan.

Contoh saja beberapa waktu lalu Presiden Republik Indonesia Joko Widodo juga sudah menggunakan, artis Indonesia maupun luar negeri seperti Song Kang, Raffi Ahmad dan beberapa artis lain juga sudah pakai tenun ikat Kediri ini.

Pada kesempatan itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin, melalui daring juga memberikan ucapan selamat atas terselenggaranya even Dhoho Street Fashion ini.

"Selamat Pak Wali Kota Kediri dan Ketua Dekranasda Kota Kediri, saya turut berbangga karena hampir setiap tahun saya menjadi saksi betapa indah dan kreatif hasil karya dari DSF ini, salah satunya ini yang saya pakai. Semoga acara ini memberikan banyak inspirasi untuk anak anak muda khususnya yang ada di ekonomi kreatif. Sukses," tutupnya.

Gelaran DSF ke-8 diselenggarakan di Bantaran Sungai Brantas Kota Kediri. Acara fashion show ini dibuka dengan karya-karya Eko Tjandra desainer nasional dengan brand Olanye. Kemudian disusul dengan hasil karya busana para desainer lokal Kota Kediri dan desainer nasional Didiet Maulana dengan brandnya Ikat Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini, Forkopimda Kota Kediri, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Choirur Rofiq, Kepala OJK Kediri Bambang Supriyanto, Wakil Ketua DPRD Kota Kediri Katino dan Firdaus, Ketua Dekranasda se-Eks Karesidenan Kediri, Kepala OPD Pemkot Kediri, para desainer nasional maupun lokal Kota Kediri, perajin tenun dan batik se-Kota Kediri. (*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.