06 April 2025

Get In Touch

Pameran Art Inspirasi Kemerdekaan RI: 27 Seniman Tampilkan Semangat Kemerdekaan Melalui Lukisan

Gelaran Pameran Art Inspirasi Kemerdekaan RI di Lobby DPRD Kota Malang, dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 78. Senin (14/8/2023) (Santi/Lenteratoday)
Gelaran Pameran Art Inspirasi Kemerdekaan RI di Lobby DPRD Kota Malang, dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke 78. Senin (14/8/2023) (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, puluhan seniman sajikan pameran seni lukis bertajuk "Art Inspirasi Kemerdekaan RI." Acara yang diadakan di Lobby DPRD Kota Malang ini, menjadi panggung bagi 27 seniman lukis untuk menggambarkan semangat kemerdekaan melalui sentuhan seni mereka.

Ketua Penyelenggara pameran seni tersebut, Bambang Simbah, mengatakan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk menghormati dan merayakan semangat kemerdekaan Republik Indonesia melalui karya seni visual. Pameran ini menampilkan beragam lukisan dengan aliran yang berbeda-beda, mulai dari realis, naturalis, abstrak, kontemporer, hingga kaligrafi.

"Pameran ini adalah wujud ekspresi kami sebagai seniman dalam merayakan kemerdekaan. Kami ingin menyampaikan pesan-pesan patriotisme dan keberagaman melalui karya seni," ujar Bambang, saat dikonfirmasi awak media, Senin (14/8/2023).

Menurut Bambang, pameran seni ini akan berlangsung mulai 14 Agustus hingga 27 Agustus 2023, dengan menampilkan total 70 lukisan. Tak hanya itu, Bambang juga menyebut bahwa harga dari masing-masing karya seni berkisar dari Rp 5 juta hingga Rp 35 juta. Namun, Bambang menekankan bahwa pameran ini bukan hanya sekadar ajang pameran, tetapi juga merupakan peluang bagi masyarakat untuk memiliki dan mengapresiasi seni.

"Kami mengharapkan apresiasi karena di manapun, puluhan tahun kami mengadakan beberapa pameran lukisan, apresiasi dari warga Kota Malang itu kurang. Tapi di samping apresiasi, kami juga tidak menolak adanya transaksi tentang lukisan," tambahnya.

Disinggung terkait respon masyarakat terhadap pameran seni, Bambang mengungkapkan bahwa tahun sebelumnya telah terjadi peningkatan apresiasi, yang dibuktikan dengan transaksi pembelian beberapa lukisan. Salah satunya yakni saat gelaran pameran yang bertempat di Gedung Malang Creative Center (MCC).

"2022 agak meningkat, apresiasi sekaligus transaksi dari Kapolresta Malang, kemudian Wali Kota Malang dan masyarakat umum, itu kebetulan ada apresiasi sekaligus membeli. Yang terakhir di MCC hanya satu lukisan di beli Pak Wali harganya Rp 15 juta," jelasnya.

Meskipun begitu, Bambang mengakui bahwa masih ada tantangan dalam mendapatkan apresiasi yang lebih luas dari masyarakat, khususnya di Kota Malang. "Kita mengharapkan sekali lagi satu, apresiasi yang belum kita temukan. Karena masih kurang apresiasi," tutur Bambang.

Lebih lanjut, mewakili para seniman lainnya, Bambang berharap agar gelaran pameran seni semacam ini, dapat diadakan lebih sering. "Saya menjaring dari pendapat seniman lainnya, kalau bisa program pameran itu setahun sekali 4 kali pameran dengan rekadaya swadaya pelukis. Kalau mengharapkan dari sponsor sangat sulit," tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, memberikan dukungan dan apresiasi atas upaya para seniman dalam merayakan kemerdekaan melalui seni lukis.

"Saya pribadi memberikan penghormatan kepada para penggiat pelukis. Mereka sampai dengan saat ini mempunyai semangat yang luar biasa terus mengenalkan, menerbitkan karya yang luar biasa sebagai bentuk bahwa Kota Malang ini kaya segalanya. Termasuk para pelukis ini," tegas Baihaqi.

Diakhir, pihaknya juga berharap, agar para seniman melalui karya-karya mereka ini. Dalat menyampaikan semangat nasionalisme dan cinta tanah air kepada masyarakat, sehingga arti penting kemerdekaan terus dikenang dan diapresiasi melalui lensa seni. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.