05 April 2025

Get In Touch

Final Wimbledon 2023: Carlos Alcaraz Tantang Novak Djokovic

Carlos Alcaraz (kanan) bertemu Novak Djokovic di final tunggal putra Wimbledon 2023, pada Minggu (16/7/2023) setempat.(ist)
Carlos Alcaraz (kanan) bertemu Novak Djokovic di final tunggal putra Wimbledon 2023, pada Minggu (16/7/2023) setempat.(ist)

JAKARTA (Lenteratoday) - Carlos Alcaraz akan menantang Novak Djokovic pada pertandingan final tunggal putra Wimbledon 2023, yang akan dimainkan di pada Minggu (16/7/2023) setempat.

Alcaraz mengamankan tiketnya ke partai puncak setelah mengandaskan perlawanan Daniil Medvedev melalui pertarungan tiga set di semifinal yang berlangsung di All England Lawn Tennis and Croquet Club, London, Jumat. Petenis Spanyol itu mengamankan kemenangan straight set 6-3, 6-3, 6-3.

"Saya percaya saya mampu mengalahkan Djokovic. Semua orang tahu legenda mengenai dia. Saya akan bertarung. Saya akan percaya pada diri sendiri. Tidak ada waktu untuk takut, tidak ada waktu untuk merasa lelah," kata Alcaraz setelah pertandingan melawan Medvedev seperti dikutip dari AFP dikutip Sabtu (15/7/2023).

Dua tahun silam, Alcaraz hanya mampu memenangi tujuh game saat ia menelan kekalahan straight set dari Medvedev di Wimbledon. Ketika itu, ia menduduki peringkat ke-75 dunia, sedangkan Medvedev berada di posisi kedua dalam daftar peringkat.

Pada Jumat (14/7/2023), permainan servis mendominasi set pembukaan, sampai Alcaraz mengonversi break point untuk unggul 5-3. Ia kemudian melaju mulus dengan permainan servisnya untuk memenangi set pertama.

Medvedev sempat menekan Alcaraz melalui break pont pada game kedua set kedua. Juara US Open Alcaraz lantas kembali menggebrak pada set ketiga dalam perjalanannya mengamankan kemenangan.

Alcaraz mematahkan servis lawannya untuk memimpin 2-0 pada set ketiga, sebelum empat break beruntun dari Medvedev membuat Alcaraz berada dalam posisi sedikit tertekan.

Walau demikian, Alcaraz mampu menenangkan diri, dan memastikan tiket final Wimbledon pertamanya melalui pukulan forehand keras. Itu sekaligus menjadi pukulan winner ke-27nya pada laga ini.

Final ke-35 Djokovic di Grand Slam

Di sisi lain, Novak Djokovic melaju ke final Wimbledon untuk kesembilan kali setelah sang juara bertahan menaklukkan Jannik Sinner sekaligus mencatatkan rekor final tunggal ke-35 di Grand Slam, Jumat (14/7/2923).

Djokovic yang sedang dalam mood bertarung melawan Sinner sempat berdebat dengan wasit dan mengejek penonton selama pertandingan.

Dia akhirnya memenangi pertandingan 6-3, 6-4, 7-6 (7/4) yang membawanya lebih dekat ke gelar Wimbledon kedelapan untuk menyamai rekor saat ini.

"Semifinal akan selalu sangat intens. Mungkin skor tidak memberikan gambaran dari apa yang terjadi di lapangan," kata Djokovic, seperti disiarkan AFP dikutip Sabtu (15/7/2023).

Petenis berusia 36 tahun itu akan menghadapi petenis nomor satu dunia Carlos Alcaraz atau unggulan ketiga dari Rusia Daniil Medvedev di final Wimbledon kelimanya secara beruntun pada Minggu (16/7/2023).

Petenis berusia 36 tahun itu akan mencatatkan delapan gelar Wimbledon untuk menyamai rekor Roger Federer jika ia memenangi gelar kelima berturut-turut di lapangan rumput All England Club.

Pencapaian terbaru Djokovic -- rekor final ke-35 di Grand Slam -- membawanya melewati legenda Amerika Chris Evert, tetapi ia memiliki prestasi yang lebih signifikan jika memenangi Wimbledon.

Dengan 23 gelar tunggal Grand Slam yang dia catatkan hingga saat ini, petenis nomor dua dunia itu bertekad untuk menyamai rekor 24 gelar sepanjang masa Margaret Court.

Djokovic telah memenangi Australian Open dan French Open musim ini saat ia mengejar untuk menyapu bersih Grand Slam dalam satu tahun, dengan US Open yang akan datang pada Agustus.

Unggulan kedelapan asal Italia Sinner (21) nyaris meraih kemenangan mengejutkan atas Djokovic di perempat final Wimbledon tahun lalu sebelum petenis Serbia itu bangkit dari ketertinggalan dua set untuk menang.

Namun, pada pertandingan kali ini, Djokovic memegang kendali sejak awal saat ia merebut set pertama dengan mudah.

Setelah mematahkan servis pada gim ketiga set kedua, Djokovic mendapat masalah dengan wasit Richard Haigh.

Ofisial Inggris itu mengambil satu poin dari Djokovic pada gim keempat karena menilai petenis tersebut membuat suara yang mengganggu setelah melakukan pukulan dan tepat saat Sinner hendak memukul bola.

Djokovic yang marah mendatangi wasit untuk bertanya "apa yang kamu lakukan?".

Haigh kembali membuat kesal Djokovic beberapa saat kemudian ketika memberi peringatan karena terlalu lama melakukan servis.

Namun, Djokovic memulihkan keseimbangan mentalnya untuk memenangi set kedua.

Setelah menyelamatkan dua set poin di set ketiga, Djokovic menanggapi dukungan penonton untuk Sinner dengan membuat gerakan menangis sarkastik ke arah tribun.

Djokovic tertawa terbahak-bahak kepada para pendukung Sinner saat dia memenangi tie-break set ketiga untuk meraih kemenangan yang membawanya mencetak sejarah.(*)

Sumber: afp, antara/ Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.