
SIDOARJO (Lenteratoday) -PT Pertamina Gas Operation East Java Area (Pertagas OEJA) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.
Bertajuk 'wujudkan lingkungan bersih dan sehat bersama kelompok Tampung Olah Jelantah' acara itu digelar di kantor Kecamatan Tanggulangin.
Pertagas OEJA menghadirkan anggota DPRD Sidoarjo, H. Moch. Agil Efendi S.E,M.M, serta Pengurus Tampung Olah Jelantah, dan 15 perwakilan desa Tanggulangin beserta Camat setempat.
External Relation Pertagas OEJA Fasya Amalia mengatakan, limbah dari penggunaan minyak goreng menjadi berkah dan bernilai rupiah jika dapat ditangani dengan baik. Tentunya juga dapat menghindarkan permasalahan baru bagi lingkungan.
Dari beberapa hasil survei masih banyak masyarakat yang membuang minyak jelantah secara sembarangan, seperti ke saluran air, atau langsung ke tanah. Padahal, limbah yang dibuang mempunyai nilai ekonomi tinggi.
"Masyarakat harus sadar limbah minya jelantah memiliki nilai ekonomi yang cukup besar. Maka dari itu stop membuang sembarangan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan, terlebih jika menumpuk di selokan dapat menimbulkan bau, bila terserap di tanah, kualitas tanah akan menurun," kata Fasya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/6/2023).
Ketua kelompok Tampung Olah Jelantah, Ifatus Sholihah mengungkapkan sebagai salah satu desa percontohan, tentunya menjadi kebanggaan untuk mengajak dan memberikan pemahaman terhadap masyarakat pentingnya menjaga lingkungan agar tetap bersih dengan tidak membuang minyak jelantah sembarangan.
Sementara itu, anggota DPRD Sidoarjo fraksi partai Demokrat Agil Effendi mendorong agar pemahaman yang diberikan dalam FGD dapat segara diwujudkan untuk mencegah tercemar nya lingkungan akibat pembuangan minyak jelantah.
Ia berharap, melalui peran Pertagas dan Kecamatan Tanggulangin. Warga ditiap Desa dihimbau untuk mengelola minyak jelantah rumah tangga agar dapat di olah dengan diserahkan ke pihak kedua yang berkompeten di bidangnya.
Hasil diskusi dan kesepakatan bersama itu nantinya, akan dibentuk kepengurusan baru dari tiap 18 desa di Kecamatan Tanggulangin dan disediakan jerigen di 5 titik lokasi untuk pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga (*)
Reporter: Angga Prayoga|Editor: Arifin BH