
KEDIRI (Lenteratoday)- Produser Chand Parwez jatuh hati pada tenun ikat Bandar Kidul Kota Kediri. Bahkan dia berjanji akan menampilkannya sebagai kostum para pemain dalam film selanjutnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Dekranasda Kota Kediri Ferry Silviana Abdullah Abu Bakar berterima kasih dan mengaku sangat bangga. Dengan digunakannya tenun ikat bandar kidul dalam produksi-produksi film selanjutnya, akan menjadi marketing secara langsung bagi perajin.
"Jadi action Pak Parwez ini nyata. Mudah-mudahan ini menjadi semangat untuk teman-teman perajin di Bandar Kidul. Kami senang apabila di produksi film Pak Parwez menggunakan tenu ikat bandar kidul," ungkapnya Sabtu (13/5/2023).
Diketahui Chand Parwez mengunjungi sentra tenun ikat Bandar Kidul, Medali Emas, Kamis (11/5/23) bersama sutradara Archi Hekagery, penulis novel Ning Khilma Anis, penulis skenario Alim Sudio, dan para pemain film Hati Suhita.
Wanita yang akrab disapa Bunda Fey ini menjelaskan para pemain film Hati Suhita sangat antusias melihat proses pembuatan kain tenun. Para artis ini tidak menyangka untuk memproduksi satu lembar kain prosesnya tidak mudah. Bahkan waktu yang dibutuhkan cukup lama.
"Jadi wajar kalau harganya tidak murah. Ada nilai-nilai terkandung dalam kain lokal. Tadi karena melihat prosesnya mereka jadi tahu bahwa kain tenun ikat kita ini keren sekali," ujar istri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar ini.
Saat di lokasi, produser film Hati Suhita itu memborong tenun ikat Kota Kediri untuk dibawa ke Jakarta. Menurutnya, tenun ikat Bandar Kidul memiliki kombinasi yang unik namun bisa diterima."Saya sangat tertarik. Proses pembuatannya tidak biasa. Secara tampilan beda dan retro. Senang sekali di era sekarang kita masih mempunyai sesuatu yang klasik seperti ini," ujarnya.
Chand Parwez menuturkan desain dan motif tenun ikat Bandar Kidul ini masih bisa diterima oleh generasi saat ini. Ia yakin generasi muda akan jatuh cinta saat mengenakan tenun ikat tersebut.
Chand Parwez berharap tenun ikat Bandar Kidul bisa dikembangkan lebih besar lagi. Sebab ada potensi luar biasa karena kain ini terdapat tradisi warisan budaya yang kuat. "Saya borong cukup banyak untuk anak dan mantu saya. Saya beruntung sekali bisa di sini. Saya salut sekali dengan upaya Kota Kediri melestarikan tenun ikat ini," tuturnya.
Produser film ternama ini menambahkan akan menggunakan tenun ikat bandar kidul untuk produksi filmnya. Salah satu produk unggulan Kota Kediri ini akan coba dihadirkan menjadi kostum di film selanjutnya. Nantinya kostum dari tenun ikat bandar kidul yang akan digunakan disesuaikan dengan karakter pada film selanjutnya.
"Dalam sebuah produksi film ada bagian kostum. InshaAllah saya akan coba hadirkan tenun ikat yang memiliki nilai budaya yang kuat ini," pungkasnya.(*)
Reporter: Gatot Sunarko/Editor: widyawati