06 April 2025

Get In Touch

Arema Siap Perbaiki Infrastruktur, Tunggu Pemkot Setujui Stadion Gajayana jadi Homebase

(ilustrasi) Arema FC saat berlaga (Dok. istimewa)
(ilustrasi) Arema FC saat berlaga (Dok. istimewa)

MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama manajemen Arema FC saat ini tengah melakukan pembahasan  Perjanjian Kerja Sama (PKS) penempatan stadion Gajayana sebagai homebase-nya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengatakan  manajemen Arema FC siap memperbaiki infrastruktur stadion Gajayana. Syaratnya, PKS Stadion Gajayana sebagai 'kandang' sementara Arema FC, disetujui oleh Pemkot Malang.

“Alhamdulillah kemarin sudah audiensi dengan manajemen Arema. Saya pingin tahu maksud dan tujuan Arema FC ini, karena stadion Gajayana masih belum standar liga 1. Dari audiensi itu kami dapat informasi, jika nanti Pemkot Malang menyetujui kerjasama penggunaan stadion Gajayana sebagai homebasenya, maka Arema siap untuk melakukan perbaikan infrastruktur stadion,” ujar Baihaqi, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (13/5/2023).

Baihaqi menambahkan, salah satu perbaikan infrastruktur yang menjadi prioritas dari Arema FC yakni pembangunan single seat. Sebab hal tersebut menurutnya merupakan kewajiban yang harus dipenuhi, jika Arema FC akan menggunakan homebase-nya di stadion Gajayana.

“Contohnya yang paling utama adalah pembangunan single seat. Karena pembangunan single seat merupakan kewajiban yang harus dipenuhi jika Arema FC nanti akan menggunakan homebasenya di stadion Gajayana,” imbuh Baihaqi.

Selain single seat, disebutkan oleh Baihaqi bahwa prioritas perbaikan infrastruktur kedua yakni dari sisi penerangan. Namun, ia menyatakan bahwa persoalan lampu masih belum termasuk krusial, sebab tim Arema FC dapat mensiasati kurangnya pencahayaan di stadion Gajayana dengan berlaga di siang hari.

“Kedua, prioritas lampu. Tapi ini masih bisa diatur. Artinya jika memang lampunya belum jadi, Arema juga siap main siang hari. Tapi pada prinsipnya, Arema siap melakukan perbaikan sesuai nanti kita masukkan ke dalam klausul perjanjian kerja sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut Baihaqi, diperkirakan kompetisi putaran 2023-2024 akan dimulai pada 1 Juli 2023 mendatang. Namun, Arema FC siap bermain di tempat lain jika perbaikan infrastruktur di Stadion Gajayana belum juga rampung saat liga dimulai.

“Dari info yang saya terima, nanti diperkirakan 1 juli 2023 untuk kompetisi putaran 2023-2024. Tapi karena perbaikan juga butuh waktu, Arema siap jika memang PKS sudah di tandatangani dan sudah sepakat, mereka siap bila main pertama, kedua, ketiga, keempat ada di tempat lain. Gak masalah. Menunggu semuanya sudah siap dan selesai, benar-benar Gajayana layak untuk pertandingan liga 1,” jelasnya.

Terkait dengan prioritas perbaikan single seat, dijelaskan oleh Baihaqi bahwa hal tersebut mengacu pada ketentuan PSSI yang mengharuskan minimal 7.500 hingga 10 ribu single seat untuk kelayakan stadion menjadi suatu homebase. Sementara itu, terkait dengan jalur evakuasi, Baihaqi menyebut bahwa jarak yang disyaratkan minimal 1 kilometer dan Stadion Gajayana masih memenuhi standar tersebut.

“Ketentuan dari PSSI yang dibutuhkan minimal single seats itu 7.500 hingga 10 ribu. Ada standar dari PSSI untuk liga 1. Masalah rumput, dari PSSI mengatakan masih layak, tinggal lampu sama single seats. Pintu gak masalah. Jalur evakuasi untuk jarak, kalau di stadion kemarin paparannya minimal 1 kilometer, jadi (Stadion Gajayana) masih layak,” pungkasnya.(*)

Reporter: Santi Wahyu/Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.