
PARIS (Lenteratoday) -Sanksi terhadap Messi menyusul kepergian ke Arab Saudi untuk hal komersil tanpa izin klub memperkuat sinyal La Pulga akan segera 'bercerai' dengan Paris Saint-Germain (PSG) di akhir musim ini. Apalagi sebelumnya, agen sekaligus ayah sang pemain, Jorge Messi dikabarkan telah memberitahu PSG tentang keputusan untuk tidak memperpanjang kontraknya di klub Paris itu satu bulan lalu.
Kabar ini dikonfirmasi oleh pakar transfer asal Italia, Fabrizio Romano di akun Twitter-nya."Messi akan meninggalkan Paris Saint-Germain di akhir musim ini. Tidak diragukan lagi," kata Romano dikutip Kamis (4/5/2023).
"Ayah Leo, Jorge telah memberitahu PSG tentang keputusan ini satu bulan lalu sebelum Messi dihukum oleh klubnya."
Berita ini muncul sehari setelah Lionel Messi dihukum tidak akan dimainkan selama dua pekan oleh PSG karena dia mangkir latihan dan pergi ke Arab Saudi tanpa persetujuan dari klubnya.
Sejumlah media Prancis menilai bahwa skorsing tersebut adalah penyebab sang pemain enggan memperpanjang kontraknya dengan PSG, tetapi Romano melaporkan bahwa keputusannya itu sudah diambil bulan lalu.
Messi sendiri pergi ke Arab Saudi karena untuk mempromosikan pariwisata negara tersebut. Dia itu telah menandatangani kontrak 25 juta poundsterling (sekitar Rp460 miliar) per tahun tahun lalu untuk menjadi duta pariwisata Arab Saudi.
Tidak diperpanjangnya kontrak Messi membuat rumor kepulangannya ke Barcelona semakin kencang, tetapi klub Katalunya itu masih memiliki kendala dengan Financial Fair Play.
Didemo Fans
Sebelumnya, Ultras Paris Saint-Germain menggelar demonstrasi. Mereka tidak senang dengan apa yang terjadi di klub hingga meminta Lionel Messi, Neymar, dan beberapa orang lainnya hengkang dari klub.
Sanksi terhadap Messi menyusul kepergian ke Arab Saudi untuk hal komersil tanpa izin klub memberikan gelombang demonstrasi. Ratusan Ultras PSG muncul dengan megafon, suar, dan spanduk menyerukan kepergian pemain Messi, Neymar, dan Marco Verratti.

Nasser Al-Khelaifi salah satu bos di PSG juga menjadi bahan cemoohan dalam demonstrasi di luar kantor klub, Rabu (3/5/2023) waktu setempat. Al-Khelaifi dianggap sangat senang mendatangkan "tentara bayaran", yang dalam hal ini adalah pemain seperti Messi dan Neymar.
"Kami muak dengan tentara bayaran! Messi harus didepak!Nasser harus dipecat(Al-Khelaïfi)," seru Ultras PSG, yang dikutip dari berbagai media Prancis dan Spanyol.
Ultras PSG juga menghina Messi habis-habisan. La Pulga dianggap sebagai sosok bajingan dan sebelumnya para Ultras juga sudah melakukan demo di depan rumah Neymar.
PSG memang masih jauh dari harapan para Ultras. Kylian Mbappe dkk. terdepak di Liga Champions dan akhir pekan lalu dikalahkan Lorient 1-3 saat menjadi tuan rumah.
Di sisi lain, PSG masih ada di puncak klasemen Ligue 1 dengan 75 poin. Les Parisiens unggul lima angka dari Marseille.(*)
Sumber: afp,antara /Editor: widyawati