06 April 2025

Get In Touch

Barselona Diduga Suap Pejabat Wasit Senior Sejak 2001

Barselona
Barselona

SURABAYA (Lenteratoday) - Barcelona dan dua mantan presiden klub La Liga mendapat tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum Spanyol atas dugaan suap terhadap seorang pejabat wasit senior untuk mempengaruhi hasil pertandingan.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Jumat (10/3/2023) yang dikutip dari cnnindonesia.com Sabtu (11/3/2023), Jaksa Penuntut Umum Spanyol menduga Barcelona membayar lebih dari 7,3 juta euro (setara Rp120,4 miliar) sepansjang 2001 hingga 2018 kepada perusahaan milik Jose Maria Enriquez Negreira, wakil presiden komite wasit asosiasi sepak bola Spanyol (RFEF) pada 1993-2018.

Dikutip dari Reuters, jaksa mengklaim Barcelona dan Negreira terlibat perjanjian rahasia dengan imbalan uang. Perjanjian itu mengharuskan Negreira menguntungkan Barcelona dalam keputusan yang diambil wasit di pertandingan yang dimainkan serta hasil kompetisi.

Sementara itu, Barcelona telah memberi respons dengan membantah tuduhan terseut. "Dakwaan itu tidak lebih dari hipotesis penyelidikan awal dari jaksa penuntut dan sekarang adalah saat penyelidikan yudisial dimulai dengan benar," bantahan dari Barselona.

"Pihak klub akan sepenuhnya bekerja sama dengan penyelidikan dengan segala cara yang diperlukan. Klub menegaskan kembali bahwa kami tidak pernah membeli wasit atau mencoba mempengaruhi keputusan pejabat mana pun," sambung pernyataan resmi pihak Barcelona.

Bulan lalu pihak Barcelona telah membantah tuduhan mereka mencapai perjanjian lisan rahasia dengan Negreira lewat bantuan mantan presiden klub, Sandro Rosell dan Josep Maria Bartomeu. Barcelona dituduh membayar 2,9 juta euro kepada Negreira dalam perjanjian itu.

Barcelona mengklaim uang itu adalah untuk membayar konsultan eksternal yang memberi mereka laporan teknis terkait wasit profesional. Klub asal Catalunya itu menyebut praktik itu hal yang biasa di antara klub sepak bola profesional. (*)

Sumber : cnnindonesia | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.