05 April 2025

Get In Touch

Target Kunjungan Wisatawan di Jatim Capai 238 Juta pada 2023

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka bursa wisata Jatim di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (3/3/2023) malam.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka bursa wisata Jatim di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (3/3/2023) malam.

SURABAYA (Lenteratoday) – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mentargetkan 238 juta kunjungan wisatawan di Jawa Timur  pada 2023 ini. Target ini merupakan satu bagian dari total target nasional yang mencapai 7,5 juta wisatawan manca negara dan 1,4 miliar wisatawan dalam negeri.

“Target kita tinggi tahun ini. Arahan bapak Presiden, pada 29 Setember kemarin, kepada seluruh menteri, seluruh gubernur, seluruh bupati wali kota, tahun 2023 ini resesi global menghantui negara negara. Negara sebesar Inggris lagi kolep ekonominya juga. Sehingga, presiden menginginkan tahun ini selain gerakan nasionalnya bangga buatan Indonesia juga bangga berwisata di Indonesia,” katanya dalam pembukaan Bursa Wisata Jatim di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (3/3/2023) malam.

Lebih lanjut dia menandaskan bahwa berdasarkan dari indikator kerja utama Kemenparekraf, targetnya adalah yang pertama mendatangkan 7,5 juta wisatawan asing, kemudian yang kedua adalah menggerakkan 1,4 miliar wisatawan nusantara.

Diharapkan dari para wisatawan ini ada peredaran uang atau standing of money-nya rata-rata tiap wisatawan Rp 2 juta. Dengan demikian akan ada Rp 2.800 triliun uang berpular di sektor priwsata dan ekonomi kreatif.

“Sehingga, kata Pak Presiden, kalau itu tercapai maka menjadi obat kuat, jamu semangat menangkal resesi global, sehingga target kita 238 juta pergerakan di Jawa Timur. Memang dari 275 juta yang bisa kita gerakkan memang 70 persen atau sekitar 190 juta. Yang paling besar itu Jawa dan Bali di angka 60%, dan peluangnya di Jatim yang ada 38 kabupaten kota berpotensi menggerakkan wisata,” tandasnya.

Dia juga menyebutkan bahwa ada 110 even nusantara, dan di antaranya ada 10 top even. Dari 10 top even ini ada 2 yang dari Jawa Timur, yaitu reog Ponorogo dan Jember fashion carnival untuk Agustus. “Dan, 100 even nasional harapan kami jangan sampahnya yang banyak tapi uangnya yang banyak. Bagaimana uangnya yang datang ke Jatim itu banyak, jangan hanya rupiah tapi dolar juga,” tandasnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi stan KBS di bursa wisata Jatim di Grand Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (3/3/2023) malam.

Menanggapi terget tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parwansa, menyampaikan bahwa Pemprov Jatim sudah memili strategi khusus. Strategi tersebut juga dinilai cukup ampuh untuk menghadapi era perubahan dunia seperti saat ini.

“Kekuatan Jatim ada 1.516 titik destinasi (wisata), baik itu budaya alam dan buatan. Ada 596 desa wisata secara serius. ebetulnya kami menggarap, menyiapkan, dan mencoba melakukan pendampingan dan pengembangan desa wisata. Selain ada Pokdarwis yang luar biasa, sebetulnya kita punya program Dewi Cemara, Desa Wisata Rakyatnya Cerdas Mandiri dan Sejahtera,” tandasnya.

Diantaranya adalah  dengan melakukan festifal desa wisata. Untuk evn ini pun sudah tiga kali dan dalam proses pendampingan satu desa bisa sampai 15 orang pendamping. Mereka akan mendampingi selama satu bulan, setelah itu kemudian tim turun dan seterusnya,” kata Khofifah.

Kemudian, satu potensi yang dinilai cukup bagus, yaitu desa wisata. Khofifah mengatakan bahwa  rata rata desa wisata yang berkembang maju ketika kepala desanya hatinya di desa. “Kalau misalnya sekarang kita melihat Pujon Kidul, saya rasa luar biasa kemajuannya,” tandasnya.

Khofifah melanjutkan bahwa, dia termasuk yang menginisiator pembangunan tempat wisaya di Pujon Kidul. “Ketika menjadi meteri sosial, karena kita waktu itu menyiapkan 100 titik se-Indonesia. Kita mendapatkan support dari BNI waktu itu dan turun bersama. Tapi kepala desanya luar biasa, hari ini mempekerjakan lebih dari 1600 karyawan. Tiap dua minggu kesana selalu ada spot baru, sehingga orang selalu mencari dan tidak bosan,” tandas ketua PP Muslimat ini.

Dia juga menandaskan, strategi lainnya adalah dengan menerapkan IKI atau Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi. “Menghadpai berbagai percepatan dinamila global, nasional, maupun lokal, maka bagaimana caranya. Maka Jawa Timur  menajawab IKI jawabane,” tanasnya.

Sehingga semua diminta harus berani berinisiatif, mau melakukan kolaborasi, dan berani melakukan inovasi baru. “Itu yang saya harap bisa membangun partnersip antara Jatim Yogya, Pemprov Jabar, dan lainnya. Dan bagaimana kita bisa saling bertukar skill ada akses dan penguatan SDM di masing masing daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Periwisata dan Kebudayaan, Hudiyono mengatakan bahwa untuk mencapai target 238 juta pergerakan wisatawan ini maka harus mempertemukan penjual dan pembeli seperti pada even bursa wisata di Jatim.

“Yang datang ini ada internasional, ada nasional seperti dari Jabar, Jateng, Bali, DKI dan ini pembeli grosiran. Dia disini kita siapkan seller atau penjual dari desa waisata, taman nasinal dan ada wisata yang terkenal di jatim itu karena kita ini sedang mendapatkan target nasional terbesar 238 juta dan strateginya adalah mempertemukan openjual dan pembeli,”  tegasnya.

Termasuk juga dengan terus melakukan penjualan ke provinsi lain melalui misi dagang dan investasi Jatim. Salah satu yang menjadi sasaran ada warga kelahiran Jatim yang sudah lama tinggal di daerah tersebut. Diharapkan dari penjualan tersebut akan terbentuk gerakan sambang deso atau mudik saat puasa dan lebaran mendatang. Dia mentargetkan setidanya ada sekitar 15.000 orang yang mudik. (*)

Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.