06 April 2025

Get In Touch

Keterpurukan Liverpool dan Penyesalan Klopp

Pelatih Liverpool, Juergen Klopp
Pelatih Liverpool, Juergen Klopp

LIVERPOOL (Lenteratoday) - Perjalanan Liverpool di Piala FA musim ini telah berakhir setelah didepak Brighton & Hove Albion. Juergen Klopp sangat menyesal dengan hasil buruk tersebut.

Liverpool bertandang ke markas Brghton pada putaran keempat Piala FA di Amex Stadium pada Minggu (29/1/2023) malam WIB. The Reds sempat memimpin lebih dulu di menit ke-30 lewat Harvey Elliott, namun tuan rumah mengimbangi melalui Lewis Dunk sembilan menit kemudian.

Bencana untuk Liverpool terjadi di injury time. Kaoru Mitoma merobek gawang tim besutan Klopp dan sekaligus membuat Liverpool terdepak dengan kekalahan 1-2.

"Sekali lagi, saya sangat menyesal. Mungkin banyak fans Liverpool berasal dari Brighton, jadi mereka melihat kami sekarang dua kali dalam dua minggu. Mereka brilian, benar-benar brilian lagi," kata Klopp seperti dilansir laman resmi Liverpool.

Liverpool pada bulan ini sudah dua kali digilas Brighton. Sebelumnya Liverpool kekalahan telak 0-3 dari Brighton di ajang Liga Inggris.

"Mereka melihat target, mereka melihat peluang, jadi itu lebih baik. Pada akhirnya, satu gol dibelokkan dan satu lagi terjadi di menit ke-92, jadi itu juga merupakan fakta yang buruk," sambungnya.

"Anda tidak boleh melupakan itu, tetapi kami tersingkir dan itu jelas hasil terburuk dari permainan yang bisa Anda miliki. Tapi dari sini kita bisa maju dan kita akan melakukannya," Klopp menegaskan.

Tebakan Faktor Pemicu

Tampil di 63 laga pada sepanjang musim lalu dinilai menjadi salah satu penyebab keterpurukan ini. Dampaknya tidak hanya terasa pada kondisi fisik pemain, yang berujung meningkatkan risiko cedera, tapi juga ke mental para pemain. Gagal menyalip Manchester City pada pekan terakhir Liga Primer Inggris dan menyerah di tangan Real Madrid di final Liga Champions dinilai benar-benar memukul kondisi mental para pemain.

''Faktor lain yang muncul adalah cedera. Pada musim ini, Klopp jarang menurunkan susunan pemain terbaik Liverpool. Barisan pertahanan yang tampil di partai final Liga Champions pada musim lalu bahkan baru tampil sekali pada musim ini,'' kata bek kiri Liverpool, Andrew Robertson, seperti dikutip BBC, Senin (30/1/2023).

Sejumlah pemain andalan, seperti Luis Diaz dan Diogo Jota, pun terpaksa menghuni ruang perawatan. Performa rekrutan baru, seperti Darwin Nunez, juga tidak kunjung menunjukan sinyal peningkatan performa. Belum lagi dengan kecenderungan penurunan performa para pemain andalan.

Mohamed Salah dinilai tidak menunjukkan ketajaman seperti pada musim sebelumnya. Pun dengan Roberto Firmino yang kerap mengalami cedera. Keputusan melepas Sadio Mane juga dianggap menjadi penyebab menurunnya performa lini serang Liverpool.

Selain itu, para pemain tengah juga kesulitan untuk bisa mengulangi performa impresif pada musim lalu. Klopp bahkan lebih memilih menurunkan pemain muda, seperti Stefan Bajcetic, ketimbang pemain senior, Jordan Henderson. Pemain-pemain pelapis, seperti Naby Keita dan Alex Oxlade-Chamberlain, juga tidak mampu tampil konsisten.

Terlepas dari semua faktor tersebut, Robertson memiliki pendapat lain. ''Ini lebih dari hal-hal tersebut. Anda bisa katakan, kami tidak cukup percaya diri di depan mulut gawang lawan dan terlalu rapuh di lini belakang. Sebelum tampil di laga ini (kontra Brighton), kami mencatatkan dua clean sheet. Namun, kami langsung kebobolan dua gol. Kami harus bisa mendapatkan lagi kepercayaan diri,'' ujar Robertson.(*)

Sumber:BBC/Editor:widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.