07 April 2025

Get In Touch

Pameran Paint It Black Memancing Kepedulian Terhadap Bencana

Ratusan lukisan dipamerkan dalam Paint It Black di Malang.
Ratusan lukisan dipamerkan dalam Paint It Black di Malang.

MALANG (Lenteratoday) – Studio Dinding Luar (SDL) menyelenggarakan Mini Art Malang project ke-3 dengan tema pameran seni bertajuk Paint It Black. Pameran lukisan ini menggambarkan peristiwa kelam terjadinya bencana.

Alasan pengusungan bencana dalam gelaran pameran seni ini untuk lebih mengingatkan masyarakat agar berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang sehat. Selain itu juga menggugah kepedulian untuk kemudian mengambil tindakan nyata menyembuhkan luka setelah terjadi bencana.

“Dengan karya ini, penikmat seni juga dapat menciptakan rasa empati terhadap bencana yang dialami korban. Harapan agar bencana bisa diminimalisir sedini mungkin. Misalnya seperti lukisan yang menunjukkan pencemaran air laut, bagaimana kita menjadi peduli terhadap penggunaan sampah plastik yang nantinya akan mencemari laut dan mengganggu kehidupan biota laut,” ujar Akhmadi Budi Santoso, kurator dan ketua penyelenggara Pameran Seni Paint It Black, Sabtu (3/9/2022) malam.

Leck Budi, sapaan akrab kurator seni tersebut, menyatakan dalam gelaran ini setidaknya melibatkan 120 seniman dari Jawa Timur dan Jogja.

“Ada lebih dari 240 karya seni lukis dari 120 seniman, jadi minimal seniman ini mengirim 2 karyanya tapi ada beberapa yang mengirim 3. Di tema kali ini, kita menghimbau seniman untuk bebas dalam mengekspresikan bencana, baik bencana yang terjadi di alam atau sekitar maupun bencana yang dialami dari dalam diri seniman. Pesan yang ingin disampaikan adalah seniman ingin menuangkan bencana yang dialami di dunia maupun masalah yang ada pada diri sendiri untuk membuat para penikmat seni menjadi lebih aware terhadap gejolak yang sedang dirasakan,” terang Leck Budi.

Sementara itu, Dwi Cahyono, ketua PHRI Jawa Timur dan juga sebagai seorang yang memfasilitasi jalannya pameran tersebut menyatakan bahwa semua kualitas seni lukisan di sini telah dikuratori, sehingga yang ditampilkan memang bisa dibilang hasil seni terbaik. Ia juga menjelaskan jika sebelumnya telah dilakukan seleksi untuk lukisan yang akan ditampilkan dalam Pameran Art Jakarta kemarin.

“Untuk Jawa Timur, pameran ini dimulai di Malang. Semua seni lukis ini juga disamaratakan ukuran kanvas 40x60 cm, baik dari hasil seniman maestro ataupun yang baru berkecimpung. Tujuannya adalah agar mudah dibawa dan didistribusikan jika dikemudian hari terdapat peminat pada salah satu lukisan,” jelasnya.

Di akhir, Dwi menyebut bahwa pameran ini merupakan salah satu bentuk penghargaan pada seniman setelah 2 tahun masa pandemi. Jadi, selain para seniman dapat berkarya juga dibuatkan link yang di dalamnya terdiri atas galeri seni, kolektor, dan sebagainya.

Sebagai informasi, pameran seni lukis ini dilaksanakan pada tanggal 3 sampai 12 September 2022, bertempat di Dewan Kesenian Malang (DKM) dan dibuka dari pukul 10.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.