07 April 2025

Get In Touch

Pameran Bersama Seni Rupa di Galeri DKS, Ketika Para Musisi Surabaya Menggoreskan Kuas

Salah satu pengunjung menikmati lukisan dalam Pameran Bersama Seni Rupa di Galeri DKS Balai Pemuda, Selasa (30/8/2022) ,
Salah satu pengunjung menikmati lukisan dalam Pameran Bersama Seni Rupa di Galeri DKS Balai Pemuda, Selasa (30/8/2022) ,

SURABAYA (Lenteratoday) - Menuangkan gagasan dan ide bagi para seniman ternyata tidak bisa dibatasi dengan sekat ruang atau bidang dalam pola berkarya. Seorang musisi tidak bisa hanya dibatasi dalam berada ruang bermusik ketika ia ingin melukis. Inilah yang dibuktikan para musisi Surabaya saat menggelar pameran seni rupa bersama di Galeri Dewan Kesenian Surabaya (DKS) Gedung Balai Pemuda Surabaya, Senin (30/8/2022).

Di dalam ruang galeri DKS, tampak sejumlah karya seni rupa, yang dipajang berjajar. Beragamnya bentuk dan tema karya tersebut, menunjukkan pameran seni rupa ini tidak adanya batasan bagi para seniman ini dalam menciptakan karya. Ada yang berupa lukisan dengan cat akrilik, ada yang  menggunakan krayon , ada pula yang berupa goresan pensil. Bahkan ada pula yang menggunakan materi yang tidak umum dipakai dalam lukisan, seperti serbk kayu, arang baterei, ampas teh serta abu rokok yang dicampur menjadi bagian dari bahan pembuatan karya seni.

Luhur Kayungga, Sekjend DKS yang membuka pameran ini mengatakan, mungkin memang ini saatnya untuk melakukan pembongkaran terhadap sekat – sekat kesenian. “Pembongkaran sekat kesenian ini agar tidak ada lagi yang membatasi ide atau gagasan untuk berkarya. Para musisi di Surabaya ini telah melakukan pembongkaran itu,” ucapnya.

“Liar aja sudah!” ujar Budi Jimbrak, salah satu musisi yang juga menampilkan karya seni lukisnya dalam pameran ini. Ia me

Vokalis The Idiots ini juga mengungkapkan, setiap saat dirinya bisa menuangkan ide maupun merespon apa yang terjadi di sekitarnya dalam bermusik ataupun melukis. “Begitu banyak peristiwa yang terjadi di sekitar kita, yang mendesak kita untuk diungkapkan dalam bentuk karya. Seperti masa pandemi kemarin, kita begitu tertekan, atau saat ini ada banyak sekali berita tentang peristiwa pembunuhan Brigadir J,” ucapnya.

Jimbrak pun menunjuk pada sebuah lukisan dengan krayon sebagai bentuk respon terhadap peristiwa keterlibatan istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi pada peristiwa pembunuhan Brigadir J.

Diakui Jimbrak, semua peristiwa maupun rangkaian fenomena di sekitarnya yang kerap mendesak untuk direspon. Karya seni inilah, baik musik maupun lukisan, sebagai bentuk respon dari dirinya. Namun Jimbrak mengingatkan, seorang seniman akan dituntut oleh karya seninya. “Karena  itu, kita mestinya bertanggung jawablah terhadap karya yang kita hasilkan,” ujarnya.

Acara Pameran Seni Rupa yang digelar mulai tanggal 30 Agustus hingga 3 September 2022 ini melibatkan 15 musisi Surabaya. Andris Agvian, Ketua Panitia pameran ini pun mengatakan, para musisi ini pun tidak serta merta membuat karya seni rupa. Sebaliknya, di samping bermusik, mereka juga melukis, ataupun menciptakan karya seni lain di kehidupan keseharian.

“Dari situ muncullah ide untuk membuat pameran bersama seni rupa ini,” tutur vokalis The Cross Over ini.

Reporter : Miranti Nadya | Editor : Endang Pergiwati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.