
SEMARANG (Lenteratoday) - Melimpahnya stock susu kambing dan sapi di sekitar rumahnya, mendorong Sinar Waluyojati untuk memanfaatkannya. Berbekal ilmu yang didapatkannya dari pelatihan pengelolaan susu di UNNES (Universitas Negeri Semarang) selama dua minggu, ia yakin untuk memulai bisnis.
Kefir Sumber Mulya, yang disingkat menjadi brand Kefirsm, dirintis oleh Sinar sejak tahun 2016. Outlet dan tempat produksi Kefirsm berada di rumahnya, tepatnya di Kelurahan Sumurrejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.
"Kefir itu susu fermentasi ya, fermentasi yang ditambah bibit kefir. Kefir niku susu fermentasi jadi susu murni ditambah bakteri kefir. Saking saya produksi dua yaitu kefir susu sapi dan kefir susu kambing," katanya saat ditemui di outletnya (30/8/2022).
Dengan memproduksi susu sapi dan kambing sebanyak 3 liter, ia dapat menghasilkan beragam produk, mulai dari susu original, masker, dan lulur. Harga yang dibandroll dari masing-masing produknya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp 10.000 sampai Rp 80.000.
"Untuk harga ada yang 250 ml itu 10.000 per botol. Kalau yang 1 liter 40.000 per botol. Untuk lulur susu kefir sapi itu 45.000, masker 50.000, sabun susu sapi 20.000, sabun susu kambing 50.000. Untuk kefir susu kambing 80.000 yang 1 liter, yang 250 liter 25.000," ungkapnya.
Disamping harganya yang terjangkau, Kefir memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Selain untuk merawat tubuh dari dalam, juga bermanfaat untuk meningkatkan imunitas tubuh.
Tak hanya merambah pasar Semarang, produk kefir telah menjelajah hingga ke Luar Pulau Jawa. Beberapa kali, Sinar mendapat pesanan dari Pontianak, Padang, dan Samarinda.
Namun, perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus, Pria berusia 27 tahun tersebut, juga turut menyampaikan kendala yang dihadapinya selama menekuni bisnis Kefir.
"Kalau kendalanya karena mungkin hanya beberapa orang yang mendengar ya pengetahuan kita sama ini kan asli dari luar dalam arti bibitnya itu dikenal di Timur Tengah, termasuk dengan Indonesia itu baru tahun 2010 an. Jadi masih asing didengar. Mungkin pengetahuannya kurang jadi sulitnya disitu. Orang-orang pada belum tau kefir itu apa, baru beberapa orang aja jadi kurang pengetahuan," jelasnya.
Kendala tersebut tidak menghalanginya untuk terus mengembangkan produknya. Berbagai informasi mengenai kefir diuploadnya setiap hari melalui akun instagramnya, @kefirsm.
Reporter : Azifa Azzahra | Editor : Endang Pergiwati